Pemeriksaan Lumpur dalam Pasir

A.   Pendahuluan
Pasir adalah butiran-butiran mineral yang dapat lolos ayakan 4,8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0,075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam (PUBI). Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara endapan ekivalen kadar lumpur dalam pasir yang dinyatakan dalam (%) dapat diketahui secara tepat.
B.   Tujuan
Pemeriksaan pasir dengan cara ayakan nomor 200 bertujuan untuk mengetahui besarnya kadar lumpur (tanah liat dan silt) dalam pasir tersebut.
C.   Benda Uji
Pasir lolos ayakan 4.8 mm seberat 500 gr.
D.   Alat

  1. Ayakan no. 200.
  2. Ayakan 4.8 mm.
  3. Nampan pencuci.
  4. Tungku pengering (oven).
  5. Timbangan dengan ketelitian 0.1% berat pasir contoh.

E.   Pelaksanaan

  1. Pasir kering tungku yang lewat ayakan 4.8 mm diambil seberat 500 gr (B1).
  2. Pasir tersebut dimasukkan ke dalam nampan pencuci dan ditambahkan air secukupnya sampai semuanya terendam.
  3. Nampan digoncang-goncangkan, kemudian air cucian dituangkan ke dalam ayakan no. 200 (butir-butir besar dijaga jangan sampai masuk ke ayakan supaya tidak merusak ayakan).
  4. Ulangi langkah (c) sampai cucian tampak bersih.
  5. Butir-butir pasir yang tersisa di ayakan no. 200 di masukkan ke dalam nampan, kemudian dimasukkan ke dalam tungku untuk dikeringkan kembali.
  6. Pasir setelah kering tungku (B2) ditimbang kembali.

Download selengkapnya DISINI!
Baca artikel lainnya…[archives limit=10]

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.