4 Tipe Klien dalam Dunia Konsultan Konstruksi

Klien adalah pembeli, pembeli adalah raja, Yakin?

Banyak orang bilang pembeli adalah raja, kata siapa?

Yang namanya transaksi seharusnya adalah win-win solution, sama-sama menguntungkan. Kalau kita gunakan istilah klien/pembeli adalah raja, seolah-olah kita sebagai penjual/penerima tugas menjadi bawahan, harus nurut apa kata klien, enak aja.

Pepatah kuno.

Berikut adalah 4 tipe klien dalam dunia konsultan konstruksi:

1. Klien PHP

Tipe klien seperti ini biasanya di awal menelpon atau whatsap-an, mereka langsung tanya harga.

Belum apa-apa sudah tanya harga. Seperti orang cuma mau survey harga.

Ketika dikasi tahu harga, ngomongnya begini: “Nanti saya hubungi lagi ya…” Setelah hitung langsung hilang. Ditelpon tak diangkat di sms tak dibalas. Apa sih maumu?

Tidak ada alasan sama sekali. Paling tidak ada sesuatu yang bisa disampaikan. Harga belum cocokkah, belum punya budgetkah, pikir-pikir dulu kah, dan lainnya. Paling tidak ada alasan. Lebih beretika daripada hit and run.

2. Klien Oportunis

Biasanya mereka berlatar belakang dunia konstruksi juga. Mereka ingin menggunakan jasa konsultan struktur untuk merencanakan proyek mereka. Tapi… mereka ngomongnya begini: “Ini kan proyek masih tender, Pak, jadi belum tentu deal, tolonglah kasi setengah harga normal”

Ingin rasanya saya berteriak dalam hati (gak ada yang dengar dong) begini: “Namanya bisnis tentu ada untung dan rugi, kalau tidak mau ambil resiko, mending tidak usah berbisnis Bung. Anda tendernya lolos atau tidak, yang pasti kerjaan konsultan struktur sama saja, tidak kami kurangi”

Klien seperti ini sangat menyebalkan. Tidak mau ambil resiko. Padahal, fee untuk membayar konsultan struktur tidak sebanding dengan keuntungan yang akan mereka dapatkan jika tender proyeknya deal. Tidak punya mental bisnis sama sekali.

Jelas-jelas mereka tidak menghargai jasa anda sama sekali. Mereka dengan seenaknya menekan harga sampai tipis.

Dan setelah itu mereka akan mengumbar janji seperti ini: “Nanti kita jadi langganan deh”

Janji palsu. Pelanggan apa yang cuma mau menguntungkan dirinya sendiri. Lagian, kalau pelanggan tapi bayarannya tipis, emang enak?

3. Klien Perfeksionis

Klien tipe ketiga ini masih mending dibandingkan dengan kedua tipe di atas. Ada kemungkinan mereka akan deal dengan anda. Saya termasuk yang suka dengan klien seperti ini.

Ciri-ciri mereka biasanya banyak bertanya dan detail sekali.

Mulai dari tanya harga, tanya produk yang akan mereka peroleh, tanya berapa lama durasi pengerjaannya, tanya bagaimana sistem pembayarannya, tanya lokasi kantornya dimana, dan banyak pertanyaan lainnya.

Tapi justru bagus, dengan begitu semua menjadi jelas. Sehingga pekerjaan sama-sama enak dan semua puas.

Kalau bisa, sebagai konsultan struktur, kita harus menjelaskan sedetail-detailnya di awal agar tidak ada permasalahan dikemudian hari. Lebih bagus lagi pakai kontrak kerja yang gamblang (untuk pekerjaan bernilai besar).

4. Klien Idaman

Mereka orangnya asik, klien seperti inilah yang kita harapkan. Satu dua pertanyaan dijawab, langsung nanya nomor rekening dan transfer DP seketika.

Ini bukan mimpi, ada tipe klien yang seperti ini.

Dan sebagai penerima tugas, kita harus prioritaskan klien seperti mereka. Kalau semua klien seperti tipe nomor empat ini, dunia rasanya seperti syurga.

Itulah 4 tipe klien yang ada di dunia konsultan konstruksi.

Jika anda ada tambahan tipe lainnya, silakan isi di kolom komentar. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Dan semoga dunia konstruksi dipenuhi oleh klien-klien tipe nomor 4. Aamiinn.

(Visited 175 times, 1 visits today)

2 thoughts on “4 Tipe Klien dalam Dunia Konsultan Konstruksi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.