Dulu waktu kecil aku bercita-cita ingin menjadi seorang arsitek. Kedengarannya bagus kata-kata “arsitek” itu. Walaupun waktu itu aku belum ngerti benar apa itu arsitek. Yang aku tahu, arsitek itu adalah orang yang membuat rumah bagus.

arsitek vs civil engineer

Seiring perkembangan, aku semakin dewasa dan memasuki sekolah menengah kejuruan. Akupun memilih jurusan ilmu bangunan. Kelas 1 masih merupakan kelas bangunan umum. Penjurusan baru dilakukan pada kelas 2. Dan di kelas 2 aku terpilih masuk ke jurusan Teknik Gambar Bangunan, sampai tamat.
Arsitek mungkin jiwaku yang sebenarnya, sebab dari kecil aku sudah bercita-cita ingin jadi arsitek. Aku sekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dengan penjurusan Gambar bangunan (Calon arsitek- red). Sampai-sampai sekarang aku bekerja di konsultan arsitektur.
Aku bukanlah arsitek, aku adalah anak teknik sipil yang dulu bercita-cita ingin jadi arsitek. Mungkin memang takdirku seperti ini. Aku adalah arsitek yang terperangkap dalam tubuh civil engineer.
Namun, hidup terus berjalan. Keinginan untuk menjadi arsitek apabila diwujudkan, akan membutuhkan waktu yang lama. Aku gak mau kembali dari nol lagi.
Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing
Baca artikel lainnya…[archives limit=10]
 
 

(Visited 29 times, 1 visits today)

0 thoughts on “Arsitek vs Civil Engineer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.