10 Macam Praktikum Teknik Sipil, Mana yang paling penting?

Teori tanpa praktek adalah omong kosong. Dan anggaplah omong kosong itu bulshit. ^_^ Kebayang gak setiap hari kuliah hnaya di dalam ruangan, melihat dosen, melihat presentasi dosen yang gak berubah dari tahun ke tahun, melihat papan tulis? Menurut saya itu kurang variasi dan membosankan. Kucing saja tidak mau makan ikan setiap hari, bukan? Bersyukurlah bagi Read More …

Buku Alat Berat / Pemindahan Tanah Mekanis

Buku Alat-alat Berat ini dibuat oleh dosen Fakultas Teknik, Univ. Indonesia, yaitu Bapak Igig Soemardikatmodjo. Beliau adalah dosen sesepuh di sana. Namun semangatnya dalam mengajar tetap saja berapi-api. Suaranya tegas dan lantang. Tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak mahasiswa. Di Fakultas Teknik, khususnya Teknik Sipil, beliau mengajar mata kuliah PTM (Pemindahan Tanah Mekanis). Saya Read More …

Pengujian Kuat Tarik Baja

A.   Pendahuluan Semua bahan padat akan berubah bentuk apabila diberi beban. Perubahan bentuk tergantung pada besar beban, unsur kimia maupun kondisi beban, bentuk benda uji, suhu, kecepatan pembebanan, dan sebagainya. Suatu kurva yang menghubungkan antara beban dan perubahan bentuk pada benda uji (deformasi) merupakan bagian utama dari studi tentang sifat mekanika dari bahan benda uji Read More …

Pengujian Keausan Kerikil dengan Mesin Los Angeles

A.   Pendahuluan Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketahanan aus kerikil/batu pecah dengan menggunakan alat mesin Los Angeles. Pengujian ketahanan aus kerikil dengan cara ini memberikan gambaran yang berhubungan dengan kekerasan dan kekuatan kerikil, serta kemungkinan terjadinya pecah butir-butir kerikil selama penumpukan, pemindahan maupun selama pengangkutan. Kekerasan kerikil berhubungan pula dengan kekuatan beton yang dibuat. Read More …

Pengujian Kuat Tekan Silinder Beton

A. Pendahuluan Mutu beton umumnya ditentukan berdasarkan kuat tekannya. Cara menguji kuat tekan beton dilakukan terhadap benda uji (yang umumnya berupa silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm atau kubus dengan sisi 150 mm) setelah umur 28 hari. Berikut ini diuraikan cara melakukan pengujian kuat tekan benda uji tersebut. B.  Tujuan Read More …

Pengujian Kuat Lentur Kayu

A.   Pendahuluan Suatu balok kayu biasanya menahan beban lentur. Untuk mengetahui kakuatan terhadap momen lentur maka perlu dibuat pengujian lentur. B.   Tujuan Untuk memberikan gambaran bagaimana cara menguji kekuatan lentur balok dan menghitung tegangan lentur maksimumnya. C.   Benda Uji Balok kayu kamper., dengan ukuran penampang sekitar 25 mm x 25 mm sampai 70 mm x Read More …

Pengujian Kuat Tekan Kayu

A.   Pendahuluan Kuat tekan kayu adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui kelas kuat kayu. Kelas kuat kayu adalah tolok ukur yang akan kita gunakan di lapangan untuk menentukan dimensi kayu dan harus disarkan pada pembebanan yang bekerja. B.   Tujuan Untuk mengetahui cara menguji kuat tekan kayu searah serat. C.   Benda Uji Benda uji berupa kayu Read More …

Percobaan Pembuatan Silinder Beton

A. Pendahuluan Silinder beton yang dibuat adalah replikasi dari beton yang digunakan untuk bahan bangunan. Silinder beton ini dibuat dari adukan beton yang akan digunakan, yang merupakan sampel yang akan diujikan di laboratorium. Jumlah silinder beton yang dibuat harus bisa merepresentasikan dari adukan beton yang dibuat sebagai bahan bangunan. B. Tujuan Untuk mengetahui langkah – Read More …

Pemeriksaan Slam Beton Segar

A.  Pendahuluan Kelecakan (consistency) beton segar biasanya diperiksa dengan uji slam (slump). Dengan pemeriksaan slam diperoleh nilai slam yang dipakai sebagai tolok ukur kelecakan beton segar, yang berhubungan dengan tingkat kemudahan pengerjaan beton. B.  Tujuan Untuk mengetahui langkah dan besarnya nilai uji slam. C.  Benda Uji Benda uji berupa beton segar yang harus dapat mewakili Read More …

Cara Pengadukan Beton

A.Pendahuluan Pada percobaan ini diuraikan cara-cara mencampur bahan-bahan dasar pembuatan campuran beton. B.Tujuan Untuk mengetahui langkah – langkah yang benar dalam pengadukan beton. C. Benda Uji Beton yang dibuat dari semen, kerikil, pasir dan air. D.Alat Cangkul. Bejana. Sekop. Ember. Timbangan. Tongkat penusuk adukan. Mesin molen. E.Pelaksanaan Pelaksanaan pengadukan adukan beton pada praktikum ini adalah Read More …

Uji Kuat Tekan Bata + Mortar

A.   Pendahuluan Bata merah dibuat dari tanah liat dengan atau tanpa campuran bahan lain, yang dibakar pada suhu yang cukup tinggi hingga tidak hancur bila direndam dalam air. B.   Tujuan Untuk mengetahui kelas kuat dan koefisien variasi bata merah. C.   Benda Uji Bata merah D.   Alat Cetok. Cangkul. Ember air. Gergaji. Semen dan pasir diambil Read More …

Kadar Garam Bata Merah

A.   Pendahuluan Bata merah dibuat dari tanah dengan atau tanpa bahan campuran lainnya yang dibakar pada suhu yang cukup tinggi hingga tidak hancur lagi bila direndam dalam air. Pemeriksaan ini juga ditujukan untuk mengetahui apakah bata memenuhi syarat atau tidak sebagai bahan bangunan. B.   Tujuan Untuk mengetahui kandungan garam dalam bata merah. C.   Benda Uji Read More …

Berat Jenis Pasir

A.  Pendahuluan Pemeriksaan berat jenis dan SSD pasir merupakan hal yang penting untuk mengetahui pasir tersebut telah memenuhi syarat atau belum untuk bahan campuran adukan beton. B.  Tujuan Untuk mengetahui cara memeriksa berat jenis maupun SSD pasir. C.  Benda Uji Benda uji berupa pasir kering tungku. D.  Alat Alat penimbang. Tabung ukur volumetric flush 1000 Read More …

Pemeriksaan SSD Pasir

A.   Pendahuluan Pasir merupakan bahan pengisi beton sehingga perlu diperiksa dengan menggunakan uji SSD. Dengan pemeriksaan SSD ini akan diperoleh pasir yang sesuai sebagai bahan campuran adukan beton, yang berhubungan dengan sedikit atau banyaknya air yang dikandung oleh pasir tersebut. B.   Tujuan Mengetahui pasir uji termasuk dalam jenis SSD kering, basah atau ideal. C.   Benda Read More …

Pemeriksaan Berat Satuan Agregat

A.   Pendahuluan Perbandingan antara berat dan volume pasir termasuk pori-pori antara butirannya disebut berat volume atau berat satuan. B.   Tujuan Pemeriksaan ini dimaksud untuk mengetahui cara mencari berat satuan pasir, kerikil, atau campuran. C.   Benda Uji Pasir atau kerikil kering tungku sekurang-kurangnya sama dengan kapasitas bejana. D.   Alat 1.   Timbangan dengan ketelitian maksimum 0.1% berat Read More …

Pemeriksaan Lumpur dalam Pasir

A.   Pendahuluan Pasir adalah butiran-butiran mineral yang dapat lolos ayakan 4,8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0,075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam (PUBI). Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, Read More …

Pemeriksaan Modulus Halus Kerikil

A. Pendahuluan Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran suatu agregat. Kehalusan atau kekasaran agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton, apabila agregat halus yang terdapat dalam mortar terlalu banyak akan menyebabkan lapisan tipis dari agregat halus dan semen akan naik ke atas. B.  Tujuan Untuk mengetahui nilai kehalusan atau Read More …

Pemeriksaan Modulus Halus Pasir

A.   Pendahuluan Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran suatu agregat. Kehalusan atau kekasaran agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton, apabila agregat halus yang terdapat dalam mortar terlalu banyak akan menyebabkan lapisan tipis dari agregat halus dan semen akan naik ke atas. B.   Tujuan Untuk mengetahui nilai kehalusan atau Read More …

Pemeriksaan Zat Organis dalam Pasir

A.   Pendahuluan Pemeriksaan ini merupakan cara untuk mengetahui adanya kotoran organis yang melekat pada pasir alam, yang akan mempengaruhi mutu mortar atau beton yang dibuat. Warna gelap yang terjadi pada hasil pemeriksaan ini tidak dapat digunakan sebagai tolak ukur apakah pasir tersebut dapat digunakan dalam adukan, karena warna gelap tersebut bisa berasal dari arang atau Read More …

Pemeriksaan Kandungan Lumpur dalam Pasir

(Cara Volume Endapan Ekivalen) A.   Pendahuluan Pasir adalah endapan butiran-butiran mineral yang dapat lolos ayakan 4.8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0.075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam PUBI. Pasir yang Read More …