Dendam Pak Dosen

Lain dosen sentimen, lain pula dosen pendendam. Dosen sentimen tidak separah dosen pendendam. Sentimen dan pendendam sama-sama berupa sifat yang tidak baik. Sentimen cenderung berlangsung dalam waktu singkat, sdangkan dendam bisa berlarut-larut seperti gula di dalam air teh.

dendam

Dendam tidak baik bagi kesehatan.
Sumber gambar: http://filosofi-hidup.blogspot.com/2012/06/jangan-dendam.html


Dosen sentimen bisa dihindari dengan tidak melakukan segala sesuatu yang tidak beliau suka atau  yang beliau sentimeni (sentimeni? Lihat KBBI). Sedangkan dendam susah diobati.
Curcol:
Seorang mahasiswa, sebut saja “N”, mahasiswa Diploma Teknik Sipil UGM sedang mengikuti mata kuliah dosen pendendam tersebut. Mata kuliahnya tidak perlulah disebutkan, pokoknya yang berhubungan dengan tanah dah. Pada waktu itu, si “N” menandatangani daftar hadir punya temannya “I” (karena temannya tidak masuk kelas). Itu ia lakukan sebagai simbol persahabatan. Tapi apa dinyana, ketahuan oleh dosen yang bersangkutan. Alhasil, akhir semester nilai “N” dan “I” sama-sama mendapat nilai “C”.
Setelah kejadian tersebut, bukan cuma dosennya yang dendam pada “N” dan “I”, tetapi “N” dan “I” juga ikut dendam pada dosen tersebut. Tapi apa bisa buat, tak bisa membalas sakit hati, mereka hanyalah mahasiswa yang tak punya daya dan upaya. Nilai itu ditangan Tuhan dan dosen.
Ketahuilaih, dendam itu akan menimbulkan balas dendam berikutnya.
Baca artikel lainnya…[archives limit=10]

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.