4 Macam Penyakit Skripsi

Skripsi adalah mata kuliah yang harus diambil mahasiswa yang ingin lulus dari universitas dan ingin memperoleh gelar. Skripsi termasuk dalam mata kuliah yang wajib diambil. Skripsi merupakan bahasan yang menjadi pilihan mahasiswa. Skripsi adalah jiwa mahasiswa. Seperti pada jurusan teknik sipil, ada yang mengambil skripsi struktur, hidro (air-air), geoteknik (tanah), transportasi atau manajemen.
Berikut adalah penyakit-penyakit skripsi:
1. Galau

galau

Arti kata galau sesungguhnya


Galau; akhir-akhir ini sering sekali kita mendengar kata-kata ini, di twitter, facebook dan social media lainnya. “gue lagi galau nich”. Gak Cuma anak-anak alay yang bikin status “Galau”, ternyata menurut survey yang dilakukan oleh BSN, 98% mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi terjangkit penyakit “galau” ini.
2. Insomnia
insomnia

Mahasiswa insomnia


Insomnia artinya susah ngantuk/tidur. Sebenarnya ini bukan penyakit, ini karena kebiasaan yang disebabkan oleh keadaan. 87% Mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi terkena insomnia. Ini terjadi karena mahasiswa lebih sering dan suka menulis skripsinya pada malam hari dengan alibi waktu malam itu adalah waktu yang tenang, waktu dimana inspirasi-inspirasi berterbangan di otak. Dan waktu siangpun dipake buat molor.
3. Stress
Stress

Stress karena skripsi


Siapa yang tidak stress mengerjakan skripsi. Mahasiswa setingkat dewa pun akan stress. Stres lebih sering terjadi bukan dampak langsung dari skripsi, melainkan akibat urusan birokrasi kampus yang berbelit-belit. Mulai dari jadwal ketemu dosen yang tidak pasti, minta tanda tangan ini itu, mengurus surat ini itu dan sebagainya. Apa gunanya sistem online, kalo urusan surat menyuratpun harus manual.
4. Kanker
kanker

kanker alias kantong kering


Kanker di sini artinya kantong kering. Sewaktu tengah mengerjakan skripsi, sekiranya mahasiswa perlu mengajukan proposal untuk penambahan jatah kiriman bulanan. Karena skripsi itu butuh uang. Buat ngeprint dan fotocopy, apalagi sampe revisi sekian kali. Dan ketika sudah fix, lagi-lagi dicopy menjadi sebanyak dosen penguji sebagai draft. Dan draft yang susah payah dibuat oleh mahasiswa, tidak dibaca sedikitpun oleh Dosen, apa gunanya coba?
Tetapi, berhubung skripsi kelar, semuanya bisa terobati.
Benarkah demikian?
Baca artikel lainnya…[archives limit=10]

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *