WFH atau Work From Home belakangan ini sedang naik daun (kayak ulat), akibat adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) terkait dampak Covid-19.

Mau tidak mau, banyak usaha yang tadinya ngantor harus pindah ke rumah. Pekerjaan dibawa pulang dan dikerjakan di rumah.

Sebagai orang yang bergerak dibidang konstruksi, kami mengamati tidak semua pekerjaan konstruksi bisa dibawa ke rumah.

Aku tanpamu bagai Beton tanpa semen.

Untuk pekerjaan yang berhubungan dengan konstruksi, hanya pekerjaan konsultan yang bisa dilakukan di rumah.

Konsultan konstruksi bisa berupa konsultan arsitektur, konsultan struktur, konsultan mekanikal elektrikal, dan konsultan QS (Penghitung RAB).

Karena pekerjaan konsultan yang hari-harinya di kantor, berhadapan dengan meja kerja, kertas, alat-alat tulis, komputer dan sebagainya, dan kesemuanya itu bisa dibawa ke rumah.

Untuk konsultasi bisa menggunakan alat komunikasi seperti smartphone dengan aplikasi-aplikasi chating dan video call.

Berbeda dengan kontraktor yang harus berada di lapangan (site) dengan banyak orang. Akan sangat sulit jika tidak harus bertemu orang banyak. Karena namanya kontraktor pasti kerja dengan tim.

Ada mandor, kepala tukang, tukan batu, tukang kayu, tukang besi, kernet, pekerja lainnya. Semua saling berkolaborasi.

Tapi bisa saja jika kondisinya begini:

Kontraktor mengerjakan sebuah gedung (katakan rumah tinggal). Kemudian semua pekerja mulai dari mandor sampai ke tukang masak ditempatkan di dalam kawasan proyek semua. Dibuatkan direksi keet, barak pekerja (yang bersih), tidak ada yang boleh keluar masuk kawasan proyek.

Kalau concrete truck datang, cukup pakai belalai concrete pump-nya saja yang masuk, orangnya jangan. Kalau ada kiriman material, jangan temui sopir ataupun petugas bongkar muat yang berasal dari luar. Sulit, memang, tapi demi.

Tapi apa artinya konsultan bekerja di rumah jika kontraktor di lapangan tidak bisa bekerja. Otomatis proyekpun tidak jalan. Jadi konsultan tetap tidak ada kerjaan. (curhat)

Intinya, konsultan dan kontraktor adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan.

Semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu dan dunia kembali tertawa. Aamiin.

(Visited 55 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.