Foto-foto Pelaksanaan Proyek

Jangan cuma tahu teori saja, praktek itu yang terpenting. Kurikulum mahasiswa S1 umumnya terdiri dari 90% teori dan 10% praktek.  Sedangkan mahasiswa diploma hampir 50:50. Kalau untuk terjun di lapangan, mahasiswa diploma tentu lebih paham. Tetapi kalau mengenai teori, mahasiswa s1 jagonya. Memang, semua saling melengkapi satu sama lain. tergantung kita mau memilih apa. Teori juga penting (more…)

Read More

Pengujian Kuat Tarik Baja

A.   Pendahuluan Semua bahan padat akan berubah bentuk apabila diberi beban. Perubahan bentuk tergantung pada besar beban, unsur kimia maupun kondisi beban, bentuk benda uji, suhu, kecepatan pembebanan, dan sebagainya. Suatu kurva yang menghubungkan antara beban dan perubahan bentuk pada benda uji (deformasi) merupakan bagian utama dari studi tentang sifat mekanika dari bahan benda uji itu. Akan tetapi, biasanya pengujian itu agak berbeda bila bentuk geometrinya berbeda, walaupun bahannya sama….

Read More

Pengujian Keausan Kerikil dengan Mesin Los Angeles

A.   Pendahuluan Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketahanan aus kerikil/batu pecah dengan menggunakan alat mesin Los Angeles. Pengujian ketahanan aus kerikil dengan cara ini memberikan gambaran yang berhubungan dengan kekerasan dan kekuatan kerikil, serta kemungkinan terjadinya pecah butir-butir kerikil selama penumpukan, pemindahan maupun selama pengangkutan. Kekerasan kerikil berhubungan pula dengan kekuatan beton yang dibuat. Nilai yang diperoleh dari hasil pengujian ketahanan aus ini berupa prosentase antara berat bagian yang…

Read More

Pengujian Kuat Tekan Silinder Beton

A. Pendahuluan Mutu beton umumnya ditentukan berdasarkan kuat tekannya. Cara menguji kuat tekan beton dilakukan terhadap benda uji (yang umumnya berupa silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm atau kubus dengan sisi 150 mm) setelah umur 28 hari. Berikut ini diuraikan cara melakukan pengujian kuat tekan benda uji tersebut. B.  Tujuan Untuk mengetahui langkah pengujian kuat tekan beton. Untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan beton uji….

Read More

Pengujian Kuat Lentur Kayu

A.   Pendahuluan Suatu balok kayu biasanya menahan beban lentur. Untuk mengetahui kakuatan terhadap momen lentur maka perlu dibuat pengujian lentur. B.   Tujuan Untuk memberikan gambaran bagaimana cara menguji kekuatan lentur balok dan menghitung tegangan lentur maksimumnya. C.   Benda Uji Balok kayu kamper., dengan ukuran penampang sekitar 25 mm x 25 mm sampai 70 mm x 70 mm dengan panjang sekitar 600 mm. D.   Alat Mesin uji lentur balok. Kaliper. E.  …

Read More

Pengujian Kuat Tekan Kayu

A.   Pendahuluan Kuat tekan kayu adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui kelas kuat kayu. Kelas kuat kayu adalah tolok ukur yang akan kita gunakan di lapangan untuk menentukan dimensi kayu dan harus disarkan pada pembebanan yang bekerja. B.   Tujuan Untuk mengetahui cara menguji kuat tekan kayu searah serat. C.   Benda Uji Benda uji berupa kayu kamper dengan ukuran 50 mm x 50 mm dan panjang 200 mm. D.   Alat Stop…

Read More

Percobaan Pembuatan Silinder Beton

A. Pendahuluan Silinder beton yang dibuat adalah replikasi dari beton yang digunakan untuk bahan bangunan. Silinder beton ini dibuat dari adukan beton yang akan digunakan, yang merupakan sampel yang akan diujikan di laboratorium. Jumlah silinder beton yang dibuat harus bisa merepresentasikan dari adukan beton yang dibuat sebagai bahan bangunan. B. Tujuan Untuk mengetahui langkah – langkah pembuatan silinder beton. C. Benda Uji Silinder beton yang dibuat ukuran : diameter 150mm…

Read More

Pemeriksaan Slam Beton Segar

A.  Pendahuluan Kelecakan (consistency) beton segar biasanya diperiksa dengan uji slam (slump). Dengan pemeriksaan slam diperoleh nilai slam yang dipakai sebagai tolok ukur kelecakan beton segar, yang berhubungan dengan tingkat kemudahan pengerjaan beton. B.  Tujuan Untuk mengetahui langkah dan besarnya nilai uji slam. C.  Benda Uji Benda uji berupa beton segar yang harus dapat mewakili beton segar yang akan diperiksa. Khusus untuk beton dengan diameter kerikil maksimum > 38 mm…

Read More

Cara Pengadukan Beton

A.Pendahuluan Pada percobaan ini diuraikan cara-cara mencampur bahan-bahan dasar pembuatan campuran beton. B.Tujuan Untuk mengetahui langkah – langkah yang benar dalam pengadukan beton. C. Benda Uji Beton yang dibuat dari semen, kerikil, pasir dan air. D.Alat Cangkul. Bejana. Sekop. Ember. Timbangan. Tongkat penusuk adukan. Mesin molen. E.Pelaksanaan Pelaksanaan pengadukan adukan beton pada praktikum ini adalah mengikuti langkah – langkah seperti di bawah ini : a.  Pengukuran Semen Portland dan batuan…

Read More

Uji Kuat Tekan Bata + Mortar

A.   Pendahuluan Bata merah dibuat dari tanah liat dengan atau tanpa campuran bahan lain, yang dibakar pada suhu yang cukup tinggi hingga tidak hancur bila direndam dalam air. B.   Tujuan Untuk mengetahui kelas kuat dan koefisien variasi bata merah. C.   Benda Uji Bata merah D.   Alat Cetok. Cangkul. Ember air. Gergaji. Semen dan pasir diambil dengan perbandingan 1 : 3. Semen dan pasir dicampur kemudian diaduk sampai rata. Setelah rata…

Read More

Kadar Garam Bata Merah

A.   Pendahuluan Bata merah dibuat dari tanah dengan atau tanpa bahan campuran lainnya yang dibakar pada suhu yang cukup tinggi hingga tidak hancur lagi bila direndam dalam air. Pemeriksaan ini juga ditujukan untuk mengetahui apakah bata memenuhi syarat atau tidak sebagai bahan bangunan. B.   Tujuan Untuk mengetahui kandungan garam dalam bata merah. C.   Benda Uji Benda uji berupa bata merah. D.   Alat Bak plastik. E.   Pelaksanaan Air dimasukkan ke dalam…

Read More

Berat Jenis Pasir

A.  Pendahuluan Pemeriksaan berat jenis dan SSD pasir merupakan hal yang penting untuk mengetahui pasir tersebut telah memenuhi syarat atau belum untuk bahan campuran adukan beton. B.  Tujuan Untuk mengetahui cara memeriksa berat jenis maupun SSD pasir. C.  Benda Uji Benda uji berupa pasir kering tungku. D.  Alat Alat penimbang. Tabung ukur volumetric flush 1000 ml. Loyang. Tungku pengering (oven). E.  Pelaksanaan Tabung ukur diisi air sampai line terakhir. Ditimbang,…

Read More

Pemeriksaan SSD Pasir

A.   Pendahuluan Pasir merupakan bahan pengisi beton sehingga perlu diperiksa dengan menggunakan uji SSD. Dengan pemeriksaan SSD ini akan diperoleh pasir yang sesuai sebagai bahan campuran adukan beton, yang berhubungan dengan sedikit atau banyaknya air yang dikandung oleh pasir tersebut. B.   Tujuan Mengetahui pasir uji termasuk dalam jenis SSD kering, basah atau ideal. C.   Benda Uji Berupa pasir, diameter pasir yang diuji 0.15 mm – 5 mm. D.   Alat Kaliper….

Read More

Pemeriksaan Berat Satuan Agregat

A.   Pendahuluan Perbandingan antara berat dan volume pasir termasuk pori-pori antara butirannya disebut berat volume atau berat satuan. B.   Tujuan Pemeriksaan ini dimaksud untuk mengetahui cara mencari berat satuan pasir, kerikil, atau campuran. C.   Benda Uji Pasir atau kerikil kering tungku sekurang-kurangnya sama dengan kapasitas bejana. D.   Alat 1.   Timbangan dengan ketelitian maksimum 0.1% berat benda uji. 2.   Nampan besar. 3.   Tongkat pemadat dari baja tahan karat panjang 60 cm,…

Read More

Pemeriksaan Lumpur dalam Pasir

A.   Pendahuluan Pasir adalah butiran-butiran mineral yang dapat lolos ayakan 4,8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0,075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam (PUBI). Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara endapan ekivalen kadar lumpur…

Read More

Pemeriksaan Modulus Halus Kerikil

A. Pendahuluan Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran suatu agregat. Kehalusan atau kekasaran agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton, apabila agregat halus yang terdapat dalam mortar terlalu banyak akan menyebabkan lapisan tipis dari agregat halus dan semen akan naik ke atas. B.  Tujuan Untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran butiran kerikil. C.  Benda Uji Benda uji yang digunakan adalah kerikil dengan berat minimum…

Read More

Pemeriksaan Modulus Halus Pasir

A.   Pendahuluan Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran suatu agregat. Kehalusan atau kekasaran agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton, apabila agregat halus yang terdapat dalam mortar terlalu banyak akan menyebabkan lapisan tipis dari agregat halus dan semen akan naik ke atas. B.   Tujuan Untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran butiran pasir. C.   Benda Uji Benda uji yang digunakan adalah pasir dengan berat minimum…

Read More

Pemeriksaan Zat Organis dalam Pasir

A.   Pendahuluan Pemeriksaan ini merupakan cara untuk mengetahui adanya kotoran organis yang melekat pada pasir alam, yang akan mempengaruhi mutu mortar atau beton yang dibuat. Warna gelap yang terjadi pada hasil pemeriksaan ini tidak dapat digunakan sebagai tolak ukur apakah pasir tersebut dapat digunakan dalam adukan, karena warna gelap tersebut bisa berasal dari arang atau mangaan yang terkandung dalam pasir tersebut. B.   Tujuan Pada prinsipnya pemeriksaan ini dapat digunakan untuk…

Read More

Pemeriksaan Kandungan Lumpur dalam Pasir

(Cara Volume Endapan Ekivalen) A.   Pendahuluan Pasir adalah endapan butiran-butiran mineral yang dapat lolos ayakan 4.8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0.075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam PUBI. Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan…

Read More

Pemeriksaan Berat Jenis dan Kadar Air Kayu

A.  Pendahuluan Pemeriksaan berat jenis dan kadar air kayu merupakan hal yang penting untuk mengetahui kuat kelas kayu dan kondisi kayu apakah sudah kering udara atau belum. B. Tujuan Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui cara memeriksa berat jenis dan kadar air kayu. C.  Benda Uji Benda uji berupa balok kayu dengan ukuran tampang 50 mm x 50 mm x 20 mm. D.  Alat Gergaji. Timbangan. Kaliper. Tungku pengering (oven)….

Read More