TeknikSipil.id
  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Home
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Konstruksi
  • News
  • Struktur
No Result
View All Result
  • Home
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Konstruksi
  • News
  • Struktur
No Result
View All Result
TeknikSipil.id
No Result
View All Result
Home News

Asosiasi Realestat Indonesia (REI) Optimis Program 3 Juta Rumah Prabowo Terealisasi

Jakarta – Tekniksipil.id, Asosiasi Realestat Indonesia (REI) menunjukkan optimisme tinggi bahwa program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi amanah Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai.

Program ini bertujuan untuk memberikan akses rumah layak bagi masyarakat, dengan target 2 juta unit rumah di pedesaan dan pesisir, serta 1 juta rumah di perkotaan.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyatakan bahwa meskipun ada beberapa tantangan dan kebijakan baru yang muncul, REI percaya program ini akan tetap berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, Presiden Prabowo sendiri telah menegaskan pentingnya program ini, baik di dalam negeri maupun dalam forum internasional, karena memiliki tujuan strategis untuk mengentaskan kemiskinan.

“Program ini sangat ditunggu masyarakat. Kami optimis, program 3 juta rumah ini bisa terealisasi,” tegas Joko saat ditemui di Jakarta pada Rabu (20/11/2024).

Namun, Joko juga mengakui bahwa beberapa kebijakan baru terkait pembangunan rumah dengan konsep gotong royong, program rumah gratis, dan rencana penurunan harga rumah, belum sepenuhnya terkait dengan pencapaian target 3 juta rumah tersebut.

Menurutnya, hal ini bisa membingungkan para pengembang di daerah.

Program 3 Juta Rumah murah prabowo

Komunikasi Berlanjut dengan Pemerintah

Daftar Isi:

Toggle
  • Komunikasi Berlanjut dengan Pemerintah
  • Peran Penting Anggaran dan Pembiayaan
  • Fokus pada Ekosistem dan Dampak Ekonomi
  • Solusi untuk Tantangan Pembangunan di Daerah
  • Harapan untuk Kejelasan Regulasi

Meski ada perbedaan pandangan mengenai kebijakan terkait, REI tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, yang saat ini tengah menjalankan peran transisi hingga terbentuknya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

REI berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan kebijakan dan nomenklatur baru yang muncul di pemerintahan.

“Anggota kami, terutama yang ada di daerah, masih banyak yang menunggu kejelasan soal kebijakan ini. Kami akan terus berkomunikasi agar mereka dapat mengikuti arahan yang tepat,” kata Joko.

Joko juga menyampaikan bahwa meskipun ada ketidakpastian dalam beberapa aspek, seperti anggaran dan kebijakan terkait subsidi, anggaran untuk perumahan yang diajukan oleh tim Satgas Perumahan untuk 2025, sebesar Rp 53 triliun, masih akan diprioritaskan.

Namun, keputusan final terkait anggaran ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Peran Penting Anggaran dan Pembiayaan

Salah satu elemen kunci yang diyakini akan membantu kelancaran program ini adalah pembiayaan yang memadai.

REI memperkirakan bahwa dana yang ada di dalam negeri cukup untuk mendanai pembangunan rumah, baik di kawasan pedesaan maupun perkotaan.

Joko menambahkan, sebagian dana subsidi energi, seperti subsidi BBM dan LPG, diusulkan untuk dialihkan guna mendukung pembiayaan perumahan di pedesaan.

Mengenai skema pembiayaan, REI juga berharap bahwa program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan tetap berjalan, dengan alokasi anggaran sekitar 220 ribu unit pada 2025, dan kemungkinan akan meningkat menjadi 300 ribu unit.

Sementara itu, program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang mencakup 40 ribu unit rumah juga diharapkan tetap berjalan lancar.

Fokus pada Ekosistem dan Dampak Ekonomi

Joko juga menekankan bahwa program 3 juta rumah bukan hanya sekadar masalah penyediaan rumah, tetapi juga untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor properti, menurut REI, memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data REI yang bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Universitas Indonesia (LM UI), sektor properti menyumbang sekitar 14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan 35% hingga 55% terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setiap investasi di sektor properti dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian. Bahkan, setiap investasi properti senilai Rp 112 triliun bisa memberikan dampak sebesar 0,56 persen terhadap perekonomian Indonesia,” ungkap Joko.

Selain itu, sektor properti juga menjadi tulang punggung bagi 185 industri terkait yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, Joko berharap proses perizinan di sektor ini dapat dipercepat, agar pencapaian program 3 juta rumah dapat lebih cepat terwujud.

Solusi untuk Tantangan Pembangunan di Daerah

Salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan program ini adalah pembagian pembangunan rumah antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Untuk 2 juta rumah yang akan dibangun di pedesaan dan daerah pesisir, Joko menyarankan agar hal ini menjadi ranah bagi para pengusaha lokal atau “entrepreneur desa”.

Dengan cara ini, program perumahan di pedesaan dapat memberikan manfaat lebih besar dalam meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan peluang kerja di daerah.

Untuk 1 juta rumah di perkotaan, REI menyarankan agar pemanfaatan lahan milik negara, seperti tanah di sekitar pasar-pasar tradisional di Jakarta atau stasiun kereta api, dapat digunakan untuk pembangunan perumahan.

Pendekatan ini dinilai lebih efisien, mengingat terbatasnya lahan yang tersedia di kota-kota besar.

Harapan untuk Kejelasan Regulasi

Joko juga mengungkapkan harapannya agar regulasi yang mendasari kebijakan perumahan, termasuk mengenai Kementerian PKP yang saat ini belum terbit, dapat segera diselesaikan.

Kejelasan ini akan memberikan landasan yang kuat untuk percepatan pembangunan rumah dan pemenuhan kebutuhan perumahan di Indonesia.

Dengan semua upaya yang sedang dilakukan, REI tetap optimis bahwa program 3 juta rumah ini akan berhasil tercapai.

Program ini, menurut Joko, bukan hanya penting untuk memenuhi kebutuhan perumahan, tetapi juga sebagai salah satu pendorong utama untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Program 3 juta rumah yang menjadi amanah Presiden Prabowo Subianto menghadapi berbagai tantangan, namun REI tetap yakin bahwa dengan sinergi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, target pembangunan ini akan tercapai.

Pembiayaan yang memadai, peran sektor properti dalam ekonomi, dan kebijakan yang mendukung menjadi kunci sukses implementasi program ini di masa depan.

Tags: Infrastruktur
Share589Tweet368SendShareShare103
Azka

Azka

BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Related Posts

Kuota 350 Ribu Rumah Subsidi Buka Peluang Baru Kontraktor

Kuota 350 Ribu Rumah Subsidi Buka Peluang Baru, Kontraktor Mulai Tergiur Jadi Pengembang

October 30, 2025
Tanpa Dana APBN, Agung Sedayu Group Bangun 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang

Tanpa Dana APBN, Agung Sedayu Group Bangun 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang

October 29, 2025
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp48,8 Triliun untuk Pembangunan IKN 2025–2029

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp48,8 Triliun untuk Pembangunan IKN 2025–2029

October 29, 2025
IKN Dorong Pembangunan Kota Cerdas Berbasis AI

IKN Dorong Pembangunan Kota Cerdas Berbasis AI, Integrasikan Bangunan Pintar dan Keamanan Siber

October 29, 2025
Presiden Prabowo Resmikan 26.000 Rumah Subsidi Siap Huni

Presiden Prabowo Resmikan 26.000 Rumah Subsidi Siap Huni untuk Program Perumahan Rakyat

September 30, 2025
Perumahan Rakyat Kini Lebih Kokoh

Perumahan Rakyat Kini Lebih Kokoh, Pekerja Konstruksi Bangga Terlibat Program 3 Juta Rumah Prabowo

September 30, 2025
Next Post
Detail Kuda Kuda Baja Ringan File DWG & Pdf

Detail Kuda-Kuda Baja Ringan File DWG & PDF

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

TeknikSipil.id

Tekniksipil.id merupakan media konstruksi bangunan Indonesia yang hadir dengan tujuan menyajikan pandangan yang lebih mendalam untuk memperluas pemahaman tentang perkembangan infrastruktur, transportasi, pembangunan, dan keselamatan di Indonesia.

Categories

  • Alat Berat
  • Analisis Struktur
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • Hiburan
  • Hutan dan Lingkungan
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Kelistrikan
  • Material Bangunan
  • News
  • Piping dan Hidrologi
  • Proyek Konstruksi
  • Standar Pengukuran
  • Wawasan Umum
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Oct    
No Result
View All Result
  • Home
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Konstruksi
  • News
  • Struktur

© 2024 Media Konstruksi Indonesia -