Tekniksipil.id – Kota Bogor, Jawa Barat, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 3,1 pada Minggu (21/9/2025) dini hari. Peristiwa ini terjadi pukul 01.47 WIB dengan pusat gempa di darat, sekitar 27 kilometer barat daya Kota Bogor, pada kedalaman 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada pada koordinat 6,75 Lintang Selatan dan 106,60 Bujur Timur.
“Gempa Mag: 3.1, 27 km barat daya Kota Bogor-Jabar,” tulis BMKG melalui akun resmi X (Twitter).
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BMKG menegaskan bahwa data ini merupakan informasi awal dan dapat diperbarui seiring kelengkapan hasil analisis.
Sebelumnya, wilayah Sukabumi juga sempat diguncang gempa dengan kekuatan M 4 yang berpusat di darat.
Antisipasi Gempa Bumi: Langkah-Langkah Penting

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memahami langkah-langkah keselamatan ketika menghadapi gempa bumi.
Sebelum Gempa
-
Pastikan struktur rumah aman dari risiko longsor atau likuifaksi.
-
Kenali pintu darurat, tangga, dan jalur evakuasi.
-
Ikat perabotan agar tidak mudah roboh saat gempa.
-
Sediakan kotak P3K, senter, radio, makanan suplemen, dan air.
Saat Gempa
-
Jika di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan dengan bersembunyi di bawah meja atau tempat yang kuat.
-
Jika di luar ruangan, jauhi gedung, tiang listrik, atau pohon besar.
-
Jika sedang berkendara, hentikan mobil dan menjauh dari risiko pergeseran atau kebakaran.
-
Jika di pantai, segera menjauh untuk mengantisipasi tsunami.
-
Jika di pegunungan, hindari lereng rawan longsor.
Setelah Gempa
-
Keluar dari bangunan dengan tertib, jangan gunakan lift.
-
Periksa kondisi sekitar: kebakaran, kebocoran gas, arus pendek listrik, atau kerusakan pipa air.
-
Jangan kembali masuk ke bangunan yang sudah terdampak gempa.
-
Waspadai gempa susulan dan jangan mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya.
-
Tetap tenang dan berdoa untuk keselamatan.
Dengan gempa yang terus terjadi di wilayah Jawa Barat, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada, dan mengikuti arahan resmi dari lembaga berwenang.






