Bandung, 19 September 2025 – Kota Bandung kembali menjadi pusat perhatian dunia teknik sipil dan geoteknik internasional dengan terselenggaranya Geostructure 2025, forum bergengsi yang mempertemukan pakar, akademisi, praktisi, peneliti, hingga mahasiswa dari berbagai negara.
Dengan mengusung tema “State-of-the-Art Monitoring for Forensic Investigations in Geotechnical and Structural Engineering”, acara ini menyoroti perkembangan terkini dalam teknologi pemantauan serta metode investigasi forensik yang sangat krusial untuk memastikan keselamatan dan keandalan infrastruktur.
Kolaborasi Lintas Batas untuk Infrastruktur Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Prof. Paulus P. Rahardjo, tokoh geoteknik Indonesia sekaligus akademisi Universitas Katolik Parahyangan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Kehadiran Anda semua membuktikan bahwa isu keselamatan dan keandalan infrastruktur adalah kepedulian bersama yang tidak mengenal batas negara,” ujar Prof. Paulus, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Geostructure 2025.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada seluruh pembicara, sponsor, dan peserta yang hadir, yang kontribusinya menjadikan acara ini sebagai salah satu forum ilmiah terbesar di kawasan Asia.
Forum Ilmiah dengan Skala Internasional

Geostructure 2025 menghadirkan tamu dan undangan dari berbagai organisasi bergengsi dunia, antara lain:
- International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE)
- Indonesian Society for Geotechnical Engineering (HATTI)
- Indonesian Society of Civil and Structural Engineers (HAKI)
- Malaysian Geotechnical Society (MGS)
- Chinese Society for Rock Mechanics and Engineering (CSRME)
Hadirnya asosiasi internasional ini menambah bobot forum, sekaligus membuka kesempatan luas untuk berbagi pengalaman melalui studi kasus nyata dan hasil penelitian mutakhir.
Diskusi Interaktif dan Jaringan Global
Suasana diskusi dalam forum berlangsung hangat dan kolaboratif. Peserta diajak mengeksplorasi praktik terbaik dari berbagai negara, memperluas jejaring profesional, hingga memperoleh metode praktis yang bisa langsung diimplementasikan dalam proyek infrastruktur di lapangan.
Lokakarya terfokus yang digelar dalam rangkaian acara juga menjadi ajang produktif bagi peneliti dan praktisi untuk mendalami teknik investigasi forensik geoteknik serta monitoring struktural, yang kini semakin penting seiring dengan meningkatnya kompleksitas proyek konstruksi modern.
Bandung Jadi Pusat Diskusi Ilmiah Asia
Kehadiran Geostructure 2025 mempertegas posisi Bandung sebagai salah satu pusat diskusi ilmiah penting di Asia. Kota ini tak hanya dikenal dengan warisan akademiknya, tetapi juga dengan perannya sebagai tuan rumah berbagai forum internasional yang mendukung perkembangan ilmu teknik sipil dan geoteknik.
Visi Bersama untuk Infrastruktur Masa Depan
Lebih dari sekadar forum akademis, Geostructure 2025 menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi global dalam menjaga keselamatan, ketahanan, dan keberlanjutan infrastruktur.
Dengan semangat kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru serta memperkuat pondasi ilmu pengetahuan yang menopang pembangunan infrastruktur masa depan yang lebih aman, cerdas, dan berkelanjutan.






