Daktilitas Aspal

A.     MAKSUD DAN TUJUAN Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara dua cetakan yang berisi bitumen keras sebelum putus, pada suhu dan kecepatan tarik tertentu.  B.     BENDA UJI Glycerin dan dextrin atau glycerin dan talk atau glycerin dan kaolin atau amalgan. Aspal kira-kira 100 gram.  C.     PERALATAN Termometer sesuai daftar Read More …

Penurunan Berat Aspal

A.     Maksud dan Tujuan Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kehilangan minyak pada aspal akibat pemanasan berulang. Pengujian ini pun adalah untuk mengukur perubahan kinerja aspal akibat kehilangan berat. Untuk mengevaluasi hanya pada beberapa karakteristik aspal, seperti kehilangan berat dan penetrasi, daktailitas dan titik lembek setelah kehilangan berat, dimana cara tersebut dinamakan Thin Film Over Test Read More …

Pemeriksaan Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles

A.       MAKSUD DAN TUJUAN Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan mempergunakan mesin Los Angeles. Keausan tersebut dinyatakan dalam perbandingan antara berat bahan aus lewat saringan no 12 terhadap berat semula, dalam persen. B. BENDA UJI Berat dan gradasi benda uji sesuai tabel diatas

Agregat Impact Test

A.     MAKSUD DAN TUJUAN Tujuan pemeriksaan agregate impact test untuk mengetahui kekuatan agregate terhadap beban kejut. B.     BENDA UJI Agregat yang lolos saringan no 3/8 “ dan tertahan no.4 sebanyak 500 gram C.     PERALATAN Agregat Impact Machine. Alat ini masih digerakkan secara manual dengan tenaga manusia. Berat total mesin tidak lebih dari 60 kg dan Read More …

Uji Kelekatan Agregat terhadap Aspal

A.     MAKSUD DAN TUJUAN Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kelekatan agregate terhadap aspal. Kelekatan agregat  terhadap aspal ialah prosentase luas permukaan batuan yang tertutup aspal terhadap keseluruhan luas permukaan.  B.     BENDA UJI Benda uji adalah agregat yang lewat saringan 9.5 mm (3/8 “) dan tertahan pada saringan 6.3 mm (1/4 “) sebanyak kira-kira 100 gram. Read More …

Analisa Saringan Agregat Halus

A. MAKSUD DAN TUJUAN Pengujian ini bertujuan untuk membuat suatu distribusi ukuran agregat halus dalam bentuk grafik yang dapat memperlihatkan pembagian butir (gradasi) suatu agregat dengan menggunakan saringan. B. BENDA UJI Agregat Halus      : Material lolos saringan no.¼″ sebanyak 1000 gram.  C.PERALATAN Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0,2 % dari berat sampel. Satu set saringan Read More …

Analisa Saringan Agregat Kasar

A.    MAKSUD DAN TUJUAN Pengujian ini bertujuan untuk membuat suatu distribusi ukuran agregat kasar dalam bentuk grafik yang dapat memperlihatkan pembagian butir  (gradasi) suatu agregat dengan menggunakan saringan. B.   BENDA UJI Agregat Kasar       :Material lolos saringan 25,4 mm sebanyak        3000 gram. C.   PERALATAN Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0,2 % dari berat sampel. Satu set Read More …

Pemeriksaan Berat Jenis Agregat Halus

A.     MAKSUD DAN TUJUAN Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis (bulk), berat jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry = SSD), berat jenis semu (apparent) dan penyerapan dari agregat halus. Berat Jenis (bulk specific gravity) ialah perbandingan antara berat agregat kering dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan jenuh Read More …

Pemeriksaan Berat Jenis Agregat Kasar (Analisa Saringan)

A.    MAKSUD DAN TUJUAN Pengujian ini bertujuan untuk membuat suatu distribusi ukuran agregat kasar dalam bentuk grafik yang dapat memperlihatkan pembagian butir  (gradasi) suatu agregat dengan menggunakan saringan. B.   BENDA UJI Agregat Kasar       :Material lolos saringan 25,4 mm sebanyak        3000 gram. C.   PERALATAN Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0,2 % dari berat sampel. Satu set Read More …

Gak perlu ke Jepang buat makan DORAyaki

Saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju rumah pacar saya di daerah Kemanggisan, Slipi. Untuk menghindari jalan yang macet, saya mengambil jalan pintas melewati pasar Palmerah. Di tengah-tengah keramaian dan sembrawutnya pasar Palmerah (umum terjadi di Indonesia), saya menyaksikan sebuah fenomena yang menarik sekaligus menggelitik. Yang mengusik rasa keingintahuan saya saat saya membaca sebuah kata Read More …

Sebutan "Kebun Binatang" adalah SALAH

Pernah jalan-jalan ke Kebun Binatang? Pasti pernahlah, jangan sombong gitu sama saudara. Apakah Anda pernah memikirkan, mengapa tempat seperti itu disebut Kebun Binatang? Apakah hewan-hewan juga termasuk dalam kategori perkebunan. Setahu saya, produk perkebunan itu antara lain; teh, sawit, karet, kelapa, kakao, kopi, tebu dll. Saya tak habis pikir, bisa-bisanya; harimau, singa, gajah, buaya, kuda Read More …

Dinamic Cone Penetrometer (DCP)

A.      Maksud dan Tujuan Percobaan ini digunakan untuk menentukan nilai CBR subgrade, subbase/ base course suatu sistem secara cepat dan tepat. Biasa dilakukan sebagai pekerjaan quality control pembuatan jalan. B.      Benda uji Tanah  C.      Peralatan Mistar ukur, panjang 100cm Batang Penetrasi, diameter 16 mm Konus terbuat dari baja yang diperkeras, diameter 20 mm, sudut kemiringan Read More …

Pemeriksaan Lendutan Jalan dengan Alat Benkelman Beam

 A.   MAKSUD DAN TUJUAN Metode ini digunakan sebagai pegangan dalam pengujian perkerasan jalan dengan alat  Benkelman Beam yaitu dengan cara mengukur gerakan vertikal pada permukaan lapis jalan melalui pemberian beban roda yang diakibatkan oleh beban tertentu. Tujuan dari pemeriksaan Benkelman Beam ini adalah untuk memperoleh data lapangan yang akan bermanfaat pada : Penilaian struktur perkerasan Read More …

Mengambil Sampel Perkerasan dengan Core Drill

A. MAKSUD DAN TUJUAN Untuk Menentukan/mengambil sample perkerasan di lapangan  sehingga bisa diketahui tebal perkerasannya serta untuk mengetahui karakteristik campuran perkerasan.  B. LOKASI Lokasi Pengujian di sebelah selatan bengkel perkerasan Program Diploma Teknik sipil Universitas Gadjah Mada.  C. PERALATAN Mesin Core Drill Alat untuk menutup lubang bekas pengeboran.

Pengujian Tingkat Kerataan Permukaan Perkerasan dengan Alat Mini Texture Meter

A.   MAKSUD DAN TUJUAN Untuk menguji tingkat kerataan permukaan perkerasan jalan.  B.   PERALATAN Mini Texture Meter  C.   PELAKSANAAN : Memasang dan stel alat dengan baik dan benar. Setelah dipasang dengan baik dan benar, alat tersebut di stel terlebih dahulu dengan menyetel kalibrasi pada papan kalibrasi dengan posisi (000) untuk mendekati posisi riil. Menekan tombol nomor Read More …

Pengujian Tingkat Kekesatan Perkerasan dengan alat Skid Resistance Tester

A. MAKSUD DAN TUJUAN Menguji tingkat kekesatan yang diberikan oleh beban terhadap perkerasan.  B.   PERALATAN Skid Resistance Tester. C. PELAKSANAAN Membersihkan permukaan perkerasan yang akan diuji. Kemudian meletakkan alat diatas permukaan yang akan diuji. Setelah itu mendatarkan alat dengan menggerak–gerakkan ketiga sekrup hingga datar. Setelah datar , skala jarum yang terdapat pada alat di nolkan Read More …

Pemisahan Agregat dengan alat Sample Splitter

A.   MAKSUD DAN TUJUAN Memisahkan agregat untuk mendapatkan ukuran yang kita inginkan. B.   BENDA UJI Agregat yang  ada di Kampus Program  Diploma Teknik Sipil. C. PERALATAN Sample Spliter Ember D. PELAKSANAAN Menyiapkan alat yang akan kita pakai dan menentukan berapa besar ukuran agregat yang akan kita inginkan serta ukuran besar kecilnya lubang pemecah agregat Menyiapkan Read More …

Pemecahan Batu dengan Alat Stone Crusher

A.   MAKSUD DAN  TUJUAN Memecah agregat untuk mendapatkan ukuran material yang kita inginkan. B. BENDA UJI Agregat yang  ada di Kampus Program  Diploma Teknik Sipil. C.   PERALATAN          Stone Crusher          Ember D.   PELAKSANAAN Menyiapkan alat yang akan kita pakai dan ditentukan berapa besar ukuran agregat yang kita inginkan serta ukuran besar kecilnya lubang pemecah Read More …