Riyan (36), pekerja konstruksi di kawasan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengapresiasi peningkatan kualitas rumah subsidi yang kini dibangun melalui program pemerintah.
Menurutnya, hunian bersubsidi saat ini bukan hanya lebih cepat proses pengerjaannya, tetapi juga menghadirkan kualitas bangunan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Perubahannya terasa sekali. Sekarang pembangunan jauh lebih pasti dan cepat karena didukung fasilitas serta alat berat yang lengkap. Dulu pengerjaan banyak manual, tapi sekarang percepatan sudah sangat berbeda,” ungkap Riyan di lokasi proyek, Senin (29/9/2025).
Material Lebih Berkualitas

Riyan menambahkan, kualitas material rumah subsidi juga naik kelas. Jika dulu masih banyak menggunakan batako, kini konstruksi beralih ke bata ringan yang lebih kuat, presisi, dan tahan lama.
“Kalau dulu pakai batako, sekarang sudah diganti dengan bata ringan. Dari segi kualitas jelas ada perbedaan. Bangunannya jadi lebih rapi dan kokoh,” jelasnya.
Dampak Ekonomi Meluas
Menurut Riyan, program 3 juta rumah subsidi yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memberi manfaat bagi penerima rumah, tetapi juga berdampak luas pada perekonomian. Proyek ini melibatkan banyak tenaga kerja, pemasok bahan bangunan, hingga sektor jasa pendukung.
“Program ini membuka banyak lapangan kerja. Kami para pekerja juga ikut merasakan manfaatnya. Saya pribadi bangga bisa terlibat dalam program yang langsung menyentuh masyarakat kecil,” ujarnya.
Harapan untuk Keberlanjutan Program
Riyan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas keberpihakan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Ia berharap program ini bisa terus berlanjut dan semakin ditingkatkan agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden. Program ini sangat mendukung kesejahteraan rakyat kecil, terutama yang butuh rumah layak huni,” pungkasnya.






