TeknikSipil.id
  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Home
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Konstruksi
  • News
  • Struktur
No Result
View All Result
  • Home
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Konstruksi
  • News
  • Struktur
No Result
View All Result
TeknikSipil.id
No Result
View All Result
Home News

Kebijakan Tarif AS Pengaruhi Sikap Investor Properti, Pemerintah Dorong Penggunaan Produk Lokal di Infrastruktur

Tekniksipil.id, Jakarta – Kebijakan tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Indonesia mulai memunculkan kekhawatiran di dalam negeri. Sektor properti dan infrastruktur pun ikut terdampak, meskipun tidak secara langsung. Investor cenderung bersikap hati-hati, sementara pemerintah diminta untuk semakin fokus menggunakan bahan bangunan lokal demi menjaga stabilitas pembangunan.

Ketegangan perdagangan internasional kembali mencuat setelah pemerintah AS menerapkan tarif terhadap sejumlah produk impor dari Indonesia. Meskipun tidak secara spesifik menyasar sektor properti atau konstruksi, dampaknya mulai terasa secara tidak langsung.

Investor Properti Cenderung Menahan Diri

Daftar Isi:

Toggle
  • Investor Properti Cenderung Menahan Diri
  • Dampak Tidak Langsung Tapi Tetap Signifikan
  • Ancaman Banjir Produk Bangunan dari China
  • Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Proyek Infrastruktur
  • Momen Dorong Produk Dalam Negeri
  • Kesimpulan: Peluang di Tengah Tantangan

Salah satu sinyal awal muncul dari sektor properti. Executive Director sekaligus Head of Strategic Consulting JLL Indonesia, Vivin Harsanto, mengatakan bahwa kebijakan ekonomi global seperti tarif dagang sering kali membuat pelaku usaha dan investor mengambil langkah konservatif.

“Untuk properti komersial, kami melihat ada kecenderungan penundaan keputusan investasi. Proses transaksi jadi lebih lama karena banyak yang ingin melihat situasi lebih jelas dulu,” jelas Vivin.

Menurutnya, dalam kondisi penuh ketidakpastian seperti saat ini, pelaku usaha juga mulai menerapkan strategi efisiensi biaya, termasuk dalam pengelolaan aset real estat.

imbas properti atas kebijakan trump

Dampak Tidak Langsung Tapi Tetap Signifikan

Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menilai dampak dari kebijakan tarif AS terhadap properti memang tidak langsung terasa. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi ini bisa berpengaruh terhadap daya beli, terutama dari kalangan menengah ke atas yang selama ini menjadi target pasar utama sektor properti.

“Orang cenderung menunda pembelian properti, baik untuk hunian maupun investasi. Apalagi kalau daya beli menurun, pasar bisa ikut melemah,” ungkap Bambang.

Ia berharap pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat merespons situasi ini dengan langkah-langkah yang bijak agar efek domino dari kebijakan tarif AS bisa ditekan seminimal mungkin.

Ancaman Banjir Produk Bangunan dari China

Selain soal properti, ada pula kekhawatiran terkait masuknya produk bahan bangunan murah dari China sebagai imbas dari ketatnya pasar ekspor ke Amerika. Bambang menyebut, produk seperti keran air, perlengkapan sanitary, hingga lampu dan ubin, berpotensi membanjiri pasar Indonesia dengan harga lebih kompetitif.

“Untuk rumah mewah mungkin terasa dampaknya karena banyak menggunakan bahan impor. Tapi untuk rumah menengah dan sederhana, sebenarnya hampir seluruh bahan bangunannya lokal. Jadi masih aman,” jelasnya.

Namun, membanjirnya produk luar tetap menjadi tantangan tersendiri bagi industri bahan bangunan dalam negeri, karena dapat memicu persaingan harga yang tidak sehat jika tidak diatur dengan baik.

Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Proyek Infrastruktur

Dari sisi infrastruktur, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Taufik Widjoyono, mengimbau agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek besar yang sedang atau akan berjalan. Tujuannya agar pembangunan tetap efisien dan berdaya guna tinggi.

“Pilih proyek yang benar-benar punya dampak ekonomi. Jangan ragu untuk menunda proyek yang tidak strategis atau tidak terintegrasi,” tegasnya.

Taufik juga mendorong para pelaku usaha konstruksi untuk lebih efisien dalam tata kelola, termasuk dalam penggunaan tenaga kerja dan peralatan. Menurutnya, kolaborasi antar kontraktor dan transformasi menjadi spesialis bisa menjadi strategi jangka panjang yang lebih efektif.

Momen Dorong Produk Dalam Negeri

Isu ini juga jadi momentum penting untuk mendorong pemanfaatan material konstruksi lokal. Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti, menekankan pentingnya penggunaan komponen lokal sesuai arahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Sebetulnya sudah saatnya kita benar-benar manfaatkan produk dalam negeri. Tapi tetap harus kita jaga kualitasnya. Jangan asal pakai lokal, tapi kualitasnya rendah. Karena infrastruktur itu harus tahan lama,” ujar Diana.

Ia menambahkan, proyek-proyek besar seperti jalan tol, jembatan, dan bendungan memerlukan bahan konstruksi dengan standar tinggi, sehingga perlu ada peningkatan kualitas dari industri dalam negeri.

Kesimpulan: Peluang di Tengah Tantangan

Meski kebijakan tarif dari AS menimbulkan kekhawatiran, namun ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri dalam negeri, baik di sektor properti maupun infrastruktur. Sikap hati-hati dari investor bisa diimbangi dengan kebijakan fiskal yang mendukung, sementara pemerintah memiliki peran besar untuk mengarahkan pembangunan pada proyek yang paling strategis.

Selain itu, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi industri bahan bangunan lokal agar lebih berkualitas, mandiri, dan mampu bersaing di pasar global.

Share590Tweet369SendShareShare103
Azka

Azka

BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Related Posts

Kuota 350 Ribu Rumah Subsidi Buka Peluang Baru Kontraktor

Kuota 350 Ribu Rumah Subsidi Buka Peluang Baru, Kontraktor Mulai Tergiur Jadi Pengembang

October 30, 2025
Tanpa Dana APBN, Agung Sedayu Group Bangun 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang

Tanpa Dana APBN, Agung Sedayu Group Bangun 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang

October 29, 2025
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp48,8 Triliun untuk Pembangunan IKN 2025–2029

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp48,8 Triliun untuk Pembangunan IKN 2025–2029

October 29, 2025
IKN Dorong Pembangunan Kota Cerdas Berbasis AI

IKN Dorong Pembangunan Kota Cerdas Berbasis AI, Integrasikan Bangunan Pintar dan Keamanan Siber

October 29, 2025
Presiden Prabowo Resmikan 26.000 Rumah Subsidi Siap Huni

Presiden Prabowo Resmikan 26.000 Rumah Subsidi Siap Huni untuk Program Perumahan Rakyat

September 30, 2025
Perumahan Rakyat Kini Lebih Kokoh

Perumahan Rakyat Kini Lebih Kokoh, Pekerja Konstruksi Bangga Terlibat Program 3 Juta Rumah Prabowo

September 30, 2025
Next Post
Cara Menghitung Berat Plat Besi, Plat Kapal, plat stainless dan Plat bordes

Cara Menghitung Berat Plat Besi, Plat Kapal, Stainless, dan Bordes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

TeknikSipil.id

Tekniksipil.id merupakan media konstruksi bangunan Indonesia yang hadir dengan tujuan menyajikan pandangan yang lebih mendalam untuk memperluas pemahaman tentang perkembangan infrastruktur, transportasi, pembangunan, dan keselamatan di Indonesia.

Categories

  • Alat Berat
  • Analisis Struktur
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • Hiburan
  • Hutan dan Lingkungan
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Kelistrikan
  • Material Bangunan
  • News
  • Piping dan Hidrologi
  • Proyek Konstruksi
  • Standar Pengukuran
  • Wawasan Umum
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Oct    
No Result
View All Result
  • Home
  • BIM & Geoteknik
  • Desain
  • K3 Proyek
  • Kamus Sipil
  • Konstruksi
  • News
  • Struktur

© 2024 Media Konstruksi Indonesia -