Biaya Borongan Parit per Meter: Faktor, Perhitungan, dan Jenis

4 min read

Biaya borongan parit per meter menjadi pertimbangan penting dalam proyek konstruksi yang membutuhkan penggalian. Faktor-faktor yang memengaruhi biaya ini beragam, mulai dari jenis parit hingga lokasi pengerjaan.

Dengan memahami biaya borongan parit per meter, Anda dapat memperkirakan anggaran secara akurat dan memilih kontraktor yang tepat untuk pekerjaan tersebut.

Biaya Borongan Parit per Meter

Biaya borongan parit per meter

Biaya borongan parit per meter mengacu pada harga tetap yang dibayarkan kepada kontraktor untuk menggali dan memasang parit dengan panjang tertentu. Biaya ini mencakup semua bahan, tenaga kerja, dan peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.

Faktor yang Memengaruhi Biaya Borongan Parit per Meter

  • Jenis Tanah:Tanah yang keras dan berbatu membutuhkan lebih banyak tenaga dan peralatan khusus, sehingga meningkatkan biaya.
  • Kedalaman Parit:Parit yang lebih dalam membutuhkan lebih banyak penggalian dan penimbunan kembali, yang meningkatkan biaya.
  • Lebar Parit:Parit yang lebih lebar membutuhkan lebih banyak penggalian dan material pengisi, sehingga meningkatkan biaya.
  • Lokasi Proyek:Biaya bervariasi tergantung pada lokasi proyek, ketersediaan kontraktor, dan biaya tenaga kerja setempat.
  • Biaya Material:Biaya pipa, kabel, dan bahan pengisi juga memengaruhi biaya borongan.
  • Peralatan yang Digunakan:Penggunaan peralatan berat, seperti ekskavator dan truk, dapat meningkatkan biaya.

Kisaran Biaya Borongan Parit per Meter

Kisaran biaya borongan parit per meter bervariasi tergantung pada faktor-faktor yang disebutkan di atas. Umumnya, biaya dapat berkisar dari Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per meter untuk parit standar dengan kedalaman 1-2 meter dan lebar 0,5-1 meter.

Biaya borongan parit per meter bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kedalaman, lebar, dan jenis tanah. Sementara itu, biaya borongan cor dak bondek per m2 juga dipengaruhi oleh ketebalan dan jenis dak yang digunakan. Namun, biaya borongan parit per meter umumnya berkisar antara Rp.

20.000 hingga Rp. 50.000 per meter, tergantung pada negosiasi dengan kontraktor.

Data Biaya Terbaru: Biaya Borongan Parit Per Meter

Harga borongan parit per meter di tahun 2024 mengalami penyesuaian. Tabel berikut menyajikan data biaya terbaru untuk berbagai jenis parit:

Tabel Biaya Borongan Parit per Meter 2024

Biaya borongan parit per meter bervariasi tergantung pada kedalaman, lebar, dan jenis tanah. Namun, umumnya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 250.000 per meter. Sementara itu, untuk biaya borongan talud per kubik , biasanya dihitung berdasarkan volume talud yang akan dibangun.

Harga per kubik bervariasi tergantung pada jenis talud, bahan yang digunakan, dan lokasi proyek. Setelah talud selesai dibangun, kembali ke biaya borongan parit, penting untuk memastikan bahwa parit tersebut memiliki kemiringan yang tepat untuk mengalirkan air dengan baik.

Jenis Parit Kedalaman (m) Lebar (m) Biaya per Meter (Rp)
Parit Drainase 1,5 0,5 150.000
Parit Irigasi 2,0 0,75 200.000
Parit Pondasi 3,0 1,0 300.000
Parit Kabel 1,0 0,3 100.000

Harga dapat berubah sewaktu-waktu dan berbeda di setiap daerah.

Data terbaru

Cara Menghitung Biaya Borongan Parit

Menghitung biaya borongan parit per meter sangat penting untuk merencanakan proyek konstruksi dengan tepat. Berikut langkah-langkah menghitungnya:

  • Tentukan spesifikasi parit:Tentukan panjang, lebar, dan kedalaman parit yang diperlukan.
  • Estimasi biaya tenaga kerja:Perkirakan biaya per jam untuk pekerja dan jumlah jam yang dibutuhkan untuk menggali parit.
  • Tentukan biaya peralatan:Pertimbangkan biaya sewa atau pembelian peralatan, seperti ekskavator atau backhoe.
  • Tambahkan biaya material:Perkirakan biaya pipa, kabel, atau bahan lain yang dibutuhkan untuk parit.
  • Hitung biaya total:Jumlahkan semua biaya yang diperkirakan untuk mendapatkan biaya borongan parit per meter.

Misalnya, jika spesifikasi parit adalah panjang 100 meter, lebar 0,5 meter, dan kedalaman 1 meter, dan biaya tenaga kerja diperkirakan Rp50.000 per jam dan membutuhkan waktu 10 jam untuk menggali, maka biaya tenaga kerja adalah Rp500.000. Jika biaya peralatan diperkirakan Rp200.000

Biaya borongan parit per meter bervariasi tergantung faktor seperti kedalaman, lebar, dan jenis tanah. Namun, biasanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per meter. Biaya ini sudah termasuk biaya tenaga kerja dan bahan.

Selain itu, perlu juga mempertimbangkan biaya borongan tenaga tukang per meter , yang biasanya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per meter. Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, biaya total pembuatan parit dapat diperkirakan dengan lebih akurat.

dan biaya material Rp300.000, maka biaya total borongan parit per meter adalah (Rp500.000 + Rp200.000 + Rp300.000) / 100 = Rp10.000

per meter.

Jenis-jenis Parit

Parit merupakan galian memanjang di permukaan tanah yang memiliki fungsi beragam, mulai dari drainase, irigasi, hingga pemasangan pipa dan kabel.

Biaya borongan parit per meter bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kedalaman, lebar, dan jenis tanah. Untuk perbandingan, biaya borongan galian tanah manual juga perlu dipertimbangkan. Menurut laporan biaya borongan galian tanah manual , biaya rata-rata berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 60.000 per meter kubik.

Biaya ini dapat menjadi acuan untuk memperkirakan biaya borongan parit per meter, dengan memperhitungkan volume tanah yang akan digali dan tingkat kesulitan penggalian.

Berdasarkan fungsinya, parit dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:

Parit Drainase, Biaya borongan parit per meter

Parit drainase berfungsi untuk mengalirkan air berlebih dari suatu area, mencegah genangan dan banjir. Parit jenis ini biasanya dibuat dengan kemiringan tertentu agar air dapat mengalir dengan lancar.

Parit Irigasi

Parit irigasi digunakan untuk mengalirkan air dari sumber air, seperti sungai atau waduk, ke lahan pertanian. Parit ini dapat dibuat permanen atau sementara, tergantung pada kebutuhan irigasi.

Parit Pembuangan Limbah

Parit pembuangan limbah berfungsi untuk mengalirkan limbah cair, seperti air limbah domestik atau industri. Parit jenis ini harus dibuat kedap air dan dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Parit Pemasangan Pipa dan Kabel

Parit pemasangan pipa dan kabel digunakan untuk menempatkan pipa atau kabel di bawah tanah. Parit jenis ini harus memiliki kedalaman dan lebar yang sesuai dengan ukuran pipa atau kabel yang akan dipasang.

Pertimbangan Pemilihan Kontraktor

Memilih kontraktor yang tepat sangat penting untuk memastikan pekerjaan borongan parit yang berkualitas dan efisien. Pertimbangkan faktor-faktor berikut saat memilih kontraktor:

Pengalaman dan Keahlian

Pilih kontraktor dengan pengalaman yang terbukti dalam proyek serupa. Carilah kontraktor yang memiliki pemahaman mendalam tentang teknik penggalian dan standar keselamatan.

Reputasi

Tinjau ulasan online dan tanyakan referensi untuk mengetahui reputasi kontraktor. Carilah kontraktor dengan reputasi baik untuk pekerjaan yang berkualitas, layanan pelanggan yang baik, dan kepatuhan terhadap tenggat waktu.

Lisensi dan Asuransi

Pastikan kontraktor memiliki lisensi dan asuransi yang diperlukan. Ini menunjukkan bahwa mereka memenuhi persyaratan hukum dan dapat bertanggung jawab atas segala kerusakan atau cedera yang mungkin terjadi.

Penawaran yang Kompetitif

Dapatkan penawaran dari beberapa kontraktor untuk membandingkan harga dan layanan. Namun, jangan hanya memilih penawaran termurah. Pertimbangkan faktor-faktor lain seperti pengalaman, reputasi, dan lisensi.

Tips Mendapatkan Penawaran Terbaik

  • Jelaskan secara detail cakupan pekerjaan dan persyaratan spesifik Anda.
  • Berikan informasi sebanyak mungkin tentang lokasi, jenis tanah, dan utilitas yang ada.
  • Dapatkan penawaran tertulis yang mencakup semua biaya dan persyaratan.
  • Negosiasikan harga dan persyaratan yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan Anda.
  • Tandatangani kontrak yang jelas dan komprehensif sebelum memulai pekerjaan.

Contoh Proyek Borongan Parit

Berbagai proyek borongan parit telah berhasil diselesaikan, masing-masing dengan tantangan dan solusi unik.

Contoh 1

Sebuah proyek borongan parit di area perkotaan mengharuskan penggalian parit di bawah jalan yang sibuk. Tantangannya adalah meminimalkan gangguan lalu lintas dan memastikan keselamatan pekerja. Solusi yang diterapkan adalah menggunakan metode bor horizontal terarah (HDD), yang memungkinkan penggalian parit tanpa menggali permukaan jalan.

Biaya borongan parit per meter umumnya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000, tergantung pada kedalaman dan lebar parit. Namun, biaya ini dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan kontraktor yang dipilih. Sebagai perbandingan, biaya borongan cor kolom praktis biasanya berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000 per meter persegi, termasuk bahan dan tenaga kerja.

Kembali ke biaya borongan parit per meter, penting untuk mendapatkan penawaran dari beberapa kontraktor sebelum membuat keputusan akhir.

Contoh 2

Proyek borongan parit di daerah pedesaan melibatkan penggalian parit sepanjang beberapa kilometer. Tantangannya adalah menemukan sumber air untuk mengoperasikan mesin bor. Solusi yang ditemukan adalah mengangkut air dari sungai terdekat menggunakan pipa sementara.

Ringkasan Akhir

Biaya borongan parit per meter

Mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi biaya borongan parit per meter sangat penting untuk memastikan proyek Anda berjalan sesuai anggaran dan jadwal yang ditentukan. Dengan memilih kontraktor yang tepat dan mengikuti langkah-langkah perhitungan yang benar, Anda dapat memperoleh hasil yang optimal untuk kebutuhan penggalian parit Anda.

Kumpulan FAQ

Bagaimana cara menghitung biaya borongan parit per meter?

Perhitungan biaya borongan parit per meter meliputi penentuan jenis parit, kedalaman, lebar, dan lokasi pengerjaan. Biaya per meter dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor tersebut.

Apa saja jenis-jenis parit yang umum digunakan?

Jenis-jenis parit yang umum digunakan meliputi parit drainase, parit irigasi, parit pondasi, dan parit utilitas.

Apa saja pertimbangan dalam memilih kontraktor untuk pekerjaan borongan parit?

Pertimbangan dalam memilih kontraktor meliputi pengalaman, reputasi, dan penawaran harga. Penting untuk mendapatkan penawaran dari beberapa kontraktor dan membandingkannya sebelum membuat keputusan.

Azka BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *