Detail Pondasi Rollag: Pengertian dan Cara Menghitungnya

5 min read

Detail pondasi rollag dan cara menghitungnya – Dalam dunia konstruksi, pemilihan pondasi yang tepat sangat krusial untuk memastikan stabilitas dan daya tahan suatu struktur. Salah satu jenis pondasi yang sering digunakan adalah pondasi rollag. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif detail pondasi rollag, mulai dari pengertian, komponen, hingga cara menghitung kapasitas dukungnya.

Pondasi rollag merupakan pondasi dangkal yang terdiri dari plat beton bertulang yang diperkuat dengan tulangan baja. Pondasi ini bekerja dengan mendistribusikan beban struktur secara merata ke tanah di bawahnya, sehingga mengurangi tekanan pada tanah dan mencegah penurunan yang berlebihan.

Tekniksipil.id

Pondasi rollag merupakan jenis pondasi dangkal yang sering digunakan pada konstruksi bangunan ringan hingga sedang. Pondasi ini memiliki karakteristik kuat, kokoh, dan ekonomis, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai jenis struktur.

Komponen Pondasi Rollag

  • Rollag:Balok kayu atau beton yang diletakkan secara melintang pada tanah dasar.
  • Lapisan Pasir:Lapisan pasir yang dipadatkan di atas tanah dasar untuk memberikan dukungan dan drainase.
  • Foot Plate:Plat logam yang diletakkan di atas rollag untuk mendistribusikan beban bangunan secara merata.
  • Anchor Bolt:Baut yang digunakan untuk mengikat foot plate ke rollag.
  • Kolom:Tiang vertikal yang menopang beban bangunan dan ditanam ke dalam rollag.

Cara Menghitung Pondasi Rollag

Perhitungan pondasi rollag didasarkan pada beberapa faktor, yaitu:

Beban Bangunan

Beban bangunan terdiri dari beban mati (berat bangunan sendiri) dan beban hidup (beban yang bekerja pada bangunan selama penggunaan).

Kapasitas Daya Dukung Tanah

Kapasitas daya dukung tanah adalah kemampuan tanah untuk menahan beban bangunan tanpa mengalami penurunan yang berlebihan.

Detail pondasi rollag merupakan aspek krusial dalam konstruksi, terutama untuk bangunan di atas tanah lunak. Dengan mempertimbangkan beban, sifat tanah, dan faktor lainnya, pondasi rollag dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata dan mencegah penurunan berlebih. Namun, dalam kasus beban yang sangat berat atau kondisi tanah yang sangat lemah, pondasi telapak mungkin lebih cocok.

Seperti yang dijelaskan dalam detail pondasi telapak dan cara menghitungnya , pondasi telapak memberikan luas permukaan yang lebih besar untuk menahan beban. Dengan mempertimbangkan perbandingan detail pondasi rollag dan telapak, pemilihan jenis pondasi yang tepat sangat penting untuk memastikan stabilitas dan daya tahan struktur bangunan.

Dimensi Rollag

Dimensi rollag ditentukan berdasarkan beban bangunan dan kapasitas daya dukung tanah. Umumnya, rollag memiliki tinggi 20-30 cm dan lebar 15-25 cm.

Rumus Perhitungan

Rumus yang digunakan untuk menghitung pondasi rollag adalah:“`Luas Rollag = Beban Bangunan / (Kapasitas Daya Dukung Tanah x Faktor Keamanan)“`Faktor keamanan biasanya diambil sebesar 2-3 untuk memberikan margin keamanan.

Contoh Perhitungan

Misalkan sebuah bangunan memiliki beban mati sebesar 100 ton dan beban hidup sebesar 50 ton. Kapasitas daya dukung tanah adalah 2 ton/m².“`Luas Rollag = (100 ton + 50 ton) / (2 ton/m² x 2) = 37,5 m²“`Dari perhitungan tersebut, dibutuhkan luas rollag sebesar 37,5 m².

Untuk menentukan dimensi rollag, dapat dihitung dengan membagi luas rollag dengan lebar rollag yang diinginkan.“`Panjang Rollag = Luas Rollag / Lebar Rollag“`Misalkan lebar rollag yang digunakan adalah 20 cm, maka panjang rollag yang dibutuhkan adalah:“`Panjang Rollag = 37,5 m² / 0,2 m = 187,5 m“`Jadi, untuk bangunan dengan beban dan kapasitas daya dukung tanah tersebut, diperlukan pondasi rollag dengan panjang 187,5 m dan lebar 20 cm.

Detail pondasi rollag melibatkan perhitungan beban yang didukung dan jenis tanah di lokasi konstruksi. Mirip dengan detail pondasi cakar ayam rumah 1 lantai , pondasi rollag memerlukan analisis tanah untuk menentukan daya dukung tanah dan kapasitas beban pondasi. Proses ini sangat penting untuk memastikan stabilitas struktur dan mencegah kegagalan pondasi.

Oleh karena itu, perhitungan yang akurat untuk detail pondasi rollag sangat penting untuk memastikan integritas struktural dan keamanan bangunan.

Prinsip Kerja Pondasi Rollag

Detail pondasi rollag dan cara menghitungnya

Pondasi rollag adalah jenis pondasi tiang yang digunakan untuk menopang beban struktur pada tanah yang lunak atau tidak stabil. Pondasi ini terdiri dari tiang beton bertulang yang dipancangkan ke dalam tanah dan dihubungkan dengan balok beton yang berfungsi sebagai alas struktur.

Proses Kerja

Prinsip kerja pondasi rollag adalah sebagai berikut:

  • Tiang beton dipancangkan ke dalam tanah menggunakan alat pancang.
  • Tiang dihubungkan satu sama lain dengan balok beton bertulang yang dibentuk di atas tanah.
  • Beban struktur ditransfer ke tiang melalui balok beton.
  • Tiang menyalurkan beban ke lapisan tanah yang lebih dalam dan stabil.

Faktor yang Memengaruhi Kapasitas Dukung

Kapasitas dukung pondasi rollag dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Jenis dan sifat tanah
  • Kedalaman dan panjang tiang
  • Luas penampang tiang
  • Kualitas dan kekuatan beton
  • Metode pemasangan tiang

Metode Perhitungan Kapasitas Dukung

Detail pondasi rollag dan cara menghitungnya

Kapasitas dukung pondasi rollag dihitung menggunakan metode empiris yang mempertimbangkan sifat tanah dan geometri pondasi.

Detail pondasi rollag melibatkan perhitungan kapasitas dukung dan pemilihan diameter serta kedalaman yang tepat. Sama halnya dengan detail pondasi tiang pancang , yang juga membutuhkan perhitungan beban vertikal dan lateral, serta pemilihan jenis dan panjang tiang. Kembali ke detail pondasi rollag, penentuan dimensi dan jumlah rollag sangat penting untuk memastikan stabilitas struktur dan menghindari kegagalan pondasi.

Pengaruh Parameter Tanah

Kapasitas dukung dipengaruhi oleh parameter tanah berikut:

  • Sudut geser dalam tanah
  • Kohesi tanah
  • Kepadatan relatif tanah

Tanah dengan sudut geser tinggi dan kohesi tinggi umumnya memiliki kapasitas dukung yang lebih tinggi.

Pengaruh Geometri Pondasi

Geometri pondasi juga mempengaruhi kapasitas dukung:

  • Diameter rollag
  • Panjang rollag
  • Kedalaman rollag

Pondasi rollag dengan diameter lebih besar dan panjang lebih besar umumnya memiliki kapasitas dukung yang lebih tinggi.

Rumus Perhitungan

Kapasitas dukung pondasi rollag dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Qult= N c

  • c
  • D + N q
  • γ
  • D
  • B

di mana:* Q ultadalah kapasitas dukung pamungkas

Detail pondasi rollag mencakup dimensi, tulangan, dan material yang digunakan. Perhitungannya melibatkan penentuan beban aksial, momen lentur, dan geser. Demikian pula, detail pondasi sumuran juga memerlukan perhitungan yang cermat, termasuk dimensi, kedalaman, dan tulangan. Dalam kedua jenis pondasi ini, perhitungan yang akurat sangat penting untuk memastikan stabilitas dan ketahanan struktur.

Pengetahuan yang mendalam tentang detail dan perhitungan pondasi rollag menjadi dasar yang kuat untuk memahami pondasi sumuran dan jenis pondasi lainnya.

  • N cdan N qadalah faktor kapasitas tanah
  • c adalah kohesi tanah
  • γ adalah berat jenis tanah
  • D adalah kedalaman rollag
  • B adalah diameter rollag

Perbandingan dengan Pondasi Lain

Pondasi rollag menawarkan keunggulan dan keterbatasan tertentu dibandingkan jenis pondasi lain. Untuk memahami perbedaannya, mari kita bandingkan pondasi rollag dengan pondasi tiang pancang dan pondasi sumuran.

Pondasi Tiang Pancang

  • Kelebihan:
    • Kapasitas dukung beban tinggi
    • Cocok untuk tanah yang lemah dan berlumpur
    • Mempercepat waktu konstruksi
  • Kekurangan:
    • Biaya pemasangan yang mahal
    • Dapat menimbulkan getaran dan kebisingan selama pemasangan
    • Memerlukan peralatan khusus untuk pemasangan

Pondasi Sumuran

  • Kelebihan:
    • Biaya konstruksi lebih rendah dibandingkan pondasi tiang pancang
    • Cocok untuk tanah yang relatif keras
    • Menawarkan ruang tambahan untuk ruang bawah tanah atau penyimpanan
  • Kekurangan:
    • Waktu konstruksi lebih lama
    • Dapat mengalami penurunan jika tanah di bawahnya lemah
    • Memerlukan ruang kerja yang lebih luas

Rekomendasi Penggunaan

Pondasi rollag sangat cocok digunakan pada kondisi tanah yang lunak, tidak stabil, atau memiliki daya dukung rendah. Pondasi ini juga ideal untuk struktur yang membutuhkan beban yang ringan hingga sedang, seperti rumah tinggal, bangunan bertingkat rendah, dan gudang.

Jenis Struktur yang Cocok

  • Rumah tinggal
  • Bangunan bertingkat rendah (hingga 3 lantai)
  • Gudang
  • Bangunan komersial ringan

Kondisi Tanah yang Sesuai

  • Tanah lempung lunak
  • Tanah berpasir
  • Tanah gambut
  • Tanah urugan

Studi Kasus

Studi kasus nyata menunjukkan penggunaan pondasi rollag yang efektif, mengatasi tantangan perancangan dan konstruksi yang kompleks.

Dalam sebuah proyek pembangunan gedung tinggi di daerah perkotaan yang padat, tanah dasar yang lemah dan ruang terbatas menjadi kendala utama.

Tantangan, Detail pondasi rollag dan cara menghitungnya

  • Tanah dasar yang lemah membutuhkan kapasitas dukung yang tinggi.
  • Ruang terbatas di lokasi membatasi penggunaan peralatan konstruksi berukuran besar.

Solusi

  • Pondasi rollag dipilih karena dapat mendistribusikan beban secara luas, mengurangi tekanan pada tanah dasar yang lemah.
  • Penggunaan bor pile berdiameter kecil memungkinkan konstruksi di ruang yang terbatas.
  • Rollag dipasang pada pile, menciptakan permukaan penyangga yang kokoh untuk struktur di atasnya.

Hasil

Pondasi rollag memberikan dukungan yang cukup untuk gedung tinggi, memastikan stabilitas dan integritas struktural.

Penggunaan rollag menghemat waktu dan biaya konstruksi, karena pemasangannya lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan metode pondasi lainnya.

Kesimpulan

Detail pondasi rollag dan cara menghitungnya

Pondasi rollag merupakan sistem pondasi yang tepat untuk berbagai kondisi tanah, termasuk tanah berpasir dan lunak. Desain pondasi rollag harus mempertimbangkan kapasitas dukung tanah, beban yang bekerja, dan faktor keamanan yang memadai. Metode perhitungan yang disajikan dalam artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk menentukan dimensi dan kapasitas pondasi rollag.

Dengan pemahaman yang komprehensif tentang pondasi rollag dan teknik perhitungannya, para insinyur dapat merancang struktur yang aman dan stabil di atas tanah yang menantang. Penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada optimalisasi desain pondasi rollag untuk kondisi tanah yang spesifik dan beban yang bervariasi.

Penutup: Detail Pondasi Rollag Dan Cara Menghitungnya

Dengan memahami detail pondasi rollag dan cara menghitung kapasitas dukungnya, para insinyur dapat merancang dan membangun struktur yang aman dan tahan lama. Penelitian dan pengembangan lebih lanjut terkait pondasi rollag diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan optimalisasi penggunaannya dalam berbagai aplikasi konstruksi.

FAQ dan Informasi Bermanfaat

Apa perbedaan utama antara pondasi rollag dan pondasi tiang pancang?

Pondasi tiang pancang mentransfer beban ke tanah melalui tiang yang dipancangkan ke dalam tanah, sedangkan pondasi rollag mendistribusikan beban secara merata ke tanah melalui plat beton yang lebar.

Apa faktor utama yang memengaruhi kapasitas dukung pondasi rollag?

Faktor-faktor utama yang memengaruhi kapasitas dukung pondasi rollag meliputi jenis tanah, ukuran dan bentuk plat beton, kedalaman pondasi, dan kualitas konstruksi.

Kapan penggunaan pondasi rollag paling direkomendasikan?

Pondasi rollag paling cocok digunakan pada tanah yang relatif lunak, seperti tanah liat atau pasir, dan untuk struktur dengan beban yang tidak terlalu berat, seperti bangunan bertingkat rendah atau rumah.

Azka BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *