Incident, Accident dan Nearmiss : Pengertian dan Perbedaan

7 min read

Incident, Accident dan Nearmiss : Pengertian dan Perbedaan – Dalam dunia kerja, keselamatan adalah prioritas utama.

Untuk memastikan keselamatan, penting untuk memahami perbedaan antara insiden, kecelakaan, dan nearmiss. Ketiga istilah ini sering digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya memiliki makna dan implikasi yang berbeda.

Artikel ini akan mengulas pengertian dan perbedaan antara incident, Accident dan Nearmiss. Dengan memahami perbedaan ini, organisasi atau perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan mengurangi risiko terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

Pengertian Incident

incident mengacu pada suatu peristiwa yang tidak diharapkan dan tidak diinginkan, yang dapat menyebabkan atau berpotensi menyebabkan kerugian atau kerusakan pada orang, properti, atau lingkungan.

Dalam konteks keselamatan kerja, insiden dapat berkisar dari cedera ringan hingga kecelakaan besar.

Incident, Accident dan Nearmiss

Contoh incident

* Seorang pekerja terpeleset dan jatuh, menyebabkan memar.

Untuk mencegah terjadinya insiden, kecelakaan, atau nearmiss, diperlukan penerapan sistem manajemen keselamatan yang baik. Salah satu metode yang efektif adalah penerapan Quality Control Circle (QCC) ( QCC (Quality Control Circle) : Definisi, Fungsi, Tahapan ).

QCC merupakan kelompok kecil yang terdiri dari karyawan yang bekerja sama untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah terkait keselamatan dan kualitas.

  • Mesin mengalami malfungsi, menyebabkan kerusakan properti.
  • Pelepasan bahan kimia yang tidak disengaja, menciptakan bahaya lingkungan.

Pengertian Accident

Dalam konteks keselamatan kerja, Accident didefinisikan sebagai peristiwa yang tidak terduga dan tidak diinginkan yang menyebabkan cedera atau kematian pada karyawan, kerusakan properti, atau kerugian lainnya.

Dalam konteks industri, penting untuk memahami perbedaan antara Incident, Accident, dan Nearmiss. Incident merujuk pada peristiwa yang tidak diinginkan, sementara Accident adalah kejadian yang mengakibatkan cedera atau kerusakan. Di sisi lain, Nearmiss adalah peristiwa yang hampir terjadi tetapi tidak menyebabkan dampak yang merugikan.

Pemahaman ini sangat penting dalam mencegah insiden yang lebih serius, seperti yang terjadi di fasilitas Water Treatment Plant (WTP). WTP memainkan peran penting dalam menyediakan air bersih, dan insiden di fasilitas tersebut dapat berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen keselamatan yang efektif sangat penting untuk mencegah dan merespons incident, accident, dan nearmiss.

Accident dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk kegagalan peralatan, kesalahan manusia, atau kondisi kerja yang tidak aman. Penting untuk menyelidiki semua kecelakaan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya terulang kembali.

Contoh Accident

  • Seorang pekerja terjatuh dari tangga dan mengalami patah tulang.
  • Sebuah mesin meledak dan melukai beberapa karyawan.
  • Sebuah bangunan runtuh dan menyebabkan kematian beberapa pekerja.

Pengertian Nearmiss

Nearmiss adalah suatu peristiwa yang dapat menyebabkan cedera, penyakit, atau kerusakan properti, tetapi tidak benar-benar terjadi karena intervensi tepat waktu atau faktor kebetulan.

Contoh spesifik nearmiss meliputi:

  • Karyawan yang hampir tertabrak forklift karena mereka tidak melihat-lihat saat menyeberang jalan.
  • Kabel listrik yang hampir jatuh karena tidak terpasang dengan benar.
  • Tumpahan bahan kimia yang hampir terjadi karena katup tidak tertutup dengan benar.

Perbedaan Incident, Accident, dan Nearmiss

Dalam dunia keselamatan kerja, penting untuk memahami perbedaan antara incident, Accident, dan nearmiss. Istilah-istilah ini sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya memiliki arti dan implikasi yang berbeda.

Incident adalah kejadian yang tidak direncanakan atau tidak diharapkan yang dapat menyebabkan cedera atau kerusakan. Accident adalah incident yang mengakibatkan cedera atau kerusakan. Nearmiss adalah incident yang hampir menyebabkan cedera atau kerusakan.

Klasifikasi Incident

incident dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Insiden yang dapat dicegah:Insiden yang disebabkan oleh kesalahan manusia atau faktor lingkungan yang dapat dikendalikan.
  • Insiden yang tidak dapat dicegah:Insiden yang terjadi di luar kendali manusia, seperti bencana alam.
  • Insiden ringan:Insiden yang menyebabkan cedera ringan atau kerusakan kecil.
  • Insiden berat:Insiden yang menyebabkan cedera serius atau kerusakan besar.

Klasifikasi Accident

Accident juga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Kecelakaan yang dapat dicegah:Kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia atau faktor lingkungan yang dapat dikendalikan.
  • Kecelakaan yang tidak dapat dicegah:Kecelakaan yang terjadi di luar kendali manusia, seperti bencana alam.
  • Kecelakaan ringan:Kecelakaan yang menyebabkan cedera ringan.
  • Kecelakaan berat:Kecelakaan yang menyebabkan cedera serius atau kematian.

Klasifikasi Nearmiss

Nearmiss dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Nearmiss yang dapat dicegah:Nearmiss yang disebabkan oleh kesalahan manusia atau faktor lingkungan yang dapat dikendalikan.
  • Nearmiss yang tidak dapat dicegah:Nearmiss yang terjadi di luar kendali manusia, seperti bencana alam.

Pentingnya Membedakan Incident, Accident, dan Nearmiss

Membedakan antaraincident, kecelakaan, dan nearmiss sangat penting untuk beberapa alasan:

  • Pencegahan:Membedakan antara insiden, kecelakaan, dan nearmiss membantu mengidentifikasi faktor risiko dan mengembangkan strategi pencegahan yang efektif.
  • Investigasi:Investigasi insiden, kecelakaan, dan nearmiss membantu menentukan penyebab dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
  • Pelaporan:Pelaporan insiden, kecelakaan, dan nearmiss penting untuk melacak tren dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Pentingnya Pelaporan Incident, Accident, dan Nearmiss

Incident, Accident dan Nearmiss : Pengertian dan Perbedaan

Pelaporan incident, kecelakaan, dan nearmiss sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan kinerja perusahaan. Pelaporan yang akurat dan tepat waktu memungkinkan perusahaan mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

  • Meningkatkan Keselamatan:Pelaporan insiden, kecelakaan, dan nearmiss membantu perusahaan mengidentifikasi bahaya dan mengambil tindakan untuk mengurangi risiko. Ini mencegah kejadian yang lebih serius dan memastikan lingkungan kerja yang lebih aman.
  • Mengidentifikasi Bahaya:Pelaporan insiden, kecelakaan, dan nearmiss memungkinkan perusahaan mengidentifikasi bahaya yang mungkin tidak terlihat atau terabaikan. Dengan mengidentifikasi bahaya ini, perusahaan dapat mengambil tindakan untuk menghilangkan atau meminimalkannya.
  • Meningkatkan Kinerja:Pelaporan insiden, kecelakaan, dan nearmiss memberikan informasi berharga tentang kinerja organisasi. Ini membantu organisasi mengidentifikasi area untuk perbaikan dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
  • Memenuhi Kewajiban Hukum:Di banyak yurisdiksi, organisasi diwajibkan secara hukum untuk melaporkan incident kecelakaan, dan nearmiss. Pelaporan yang tepat waktu dan akurat memastikan organisasi mematuhi persyaratan hukum.

Cara Mencegah Incident, Accident, dan Nearmiss

Mencegah insiden, kecelakaan, dan nearmiss sangat penting untuk menjaga keselamatan dan meminimalkan kerugian. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah kejadian ini:

Membangun Budaya Keselamatan yang Kuat

Budaya keselamatan yang kuat menekankan pentingnya keselamatan di semua tingkatan organisasi. Hal ini meliputi:*

  • Membuat kebijakan dan prosedur keselamatan yang jelas dan efektif.
  • Memberikan pelatihan keselamatan yang komprehensif kepada karyawan.
  • Mendorong pelaporan insiden dan nearmiss.
  • Menyelidiki insiden dan nearmiss secara menyeluruh.
  • Mengambil tindakan korektif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Menerapkan Praktik Kerja yang Aman

Praktik kerja yang aman membantu mengurangi risiko insiden dan kecelakaan. Hal ini meliputi:*

  • Menggunakan alat dan peralatan dengan benar.
  • Mengikuti prosedur keselamatan.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai.
  • Menjaga area kerja tetap bersih dan teratur.
  • Menghindari perilaku tidak aman, seperti mengemudi sambil mengirim pesan atau bekerja di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan.

Melakukan Inspeksi dan Audit Keselamatan Secara Teratur

Inspeksi dan audit keselamatan membantu mengidentifikasi potensi bahaya dan mengambil tindakan korektif sebelum terjadi insiden. Hal ini meliputi:*

  • Melakukan inspeksi rutin terhadap peralatan dan area kerja.
  • Melakukan audit keselamatan untuk menilai kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur keselamatan.
  • Mengambil tindakan korektif untuk menghilangkan bahaya yang teridentifikasi.

Mendorong Pelaporan dan Investigasi Insiden

Pelaporan dan investigasi insiden sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hal ini meliputi:*

  • Mendorong karyawan untuk melaporkan semua insiden dan nearmiss.
  • Menyelidiki insiden dan nearmiss secara menyeluruh.
  • Mengidentifikasi akar penyebab insiden dan nearmiss.
  • Mengambil tindakan korektif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Investigasi incident, Accident, dan Nearmiss

Incident, Accident dan Nearmiss : Pengertian dan Perbedaan

Investigasi incident, Accident, dan nearmiss sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab utama kejadian dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Proses investigasi yang menyeluruh membantu perusahaan memahami apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan apa yang dapat dilakukan untuk mencegahnya terjadi lagi.

Pemahaman mengenai Incident, Accident, dan Nearmiss sangat krusial dalam menjaga keselamatan kerja.

Untuk mencegah kejadian tak diinginkan, diperlukan penerapan JSA (Job Safety Analysis)

JSA adalah metode sistematis yang mengidentifikasi potensi bahaya dan mengembangkan langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan incident.

Dengan menerapkan JSA secara efektif, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan mencegah terjadinya insiden, Accident, dan nearmiss.

Investigasi incident, Accident, dan nearmiss melibatkan beberapa langkah penting:

Pengumpulan Bukti

Tahap pertama investigasi adalah mengumpulkan bukti terkait kejadian. Bukti ini dapat mencakup pernyataan saksi mata, dokumen, foto, dan rekaman video. Penting untuk mengumpulkan semua bukti yang relevan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi.

Analisis Bukti

Setelah bukti dikumpulkan, bukti tersebut perlu dianalisis untuk mengidentifikasi penyebab utama kejadian. Analisis ini harus dilakukan secara objektif dan tidak memihak untuk memastikan bahwa temuannya akurat.

Pengembangan Rekomendasi

Berdasarkan temuan investigasi, rekomendasi harus dikembangkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Rekomendasi ini dapat mencakup perubahan prosedur, peningkatan pelatihan, atau investasi pada peralatan baru.

Dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan, pemahaman tentang perbedaan antara incident, Accident, dan nyaris celaka sangat penting.

incident merujuk pada peristiwa yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, sedangkan kecelakaan adalah peristiwa yang mengakibatkan cedera atau kerusakan. Nyaris celaka, di sisi lain, adalah peristiwa yang hampir menyebabkan kecelakaan.

Untuk meningkatkan keselamatan, SPC (Statistical Process Control) dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan variasi dalam proses, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya incident dan Accident.

Implementasi Rekomendasi

Langkah terakhir dalam proses investigasi adalah mengimplementasikan rekomendasi. Implementasi ini harus dilakukan secara tepat waktu dan efektif untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang.

Pemantauan dan Evaluasi

Setelah rekomendasi diimplementasikan, penting untuk memantau dan mengevaluasi efektivitasnya. Pemantauan ini akan membantu memastikan bahwa rekomendasi telah efektif dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

Tindakan Korektif dan Pencegahan

Tindakan korektif dan pencegahan sangat penting untuk diambil setelah incident, kecelakaan, atau nearmiss. Tindakan ini membantu mencegah terulangnya kejadian serupa dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja.

Tindakan Korektif

  • Mengidentifikasi dan memperbaiki akar penyebab incident atau kecelakaan.
  • Mengubah proses atau prosedur untuk mencegah terulangnya kejadian.
  • Melatih karyawan tentang praktik kerja yang aman.
  • Melakukan inspeksi dan audit secara teratur untuk memastikan kepatuhan.

Tindakan Pencegahan, Incident, Accident dan Nearmiss : Pengertian dan Perbedaan

  • Menganalisis nearmiss untuk mengidentifikasi potensi bahaya.
  • Menerapkan langkah-langkah pengendalian untuk mengurangi risiko bahaya.
  • Mengembangkan rencana tanggap darurat.
  • Melakukan pelatihan keselamatan secara berkelanjutan.

Dengan mengambil tindakan korektif dan pencegahan, organisasi dapat secara signifikan mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di masa mendatang, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.

Pembelajaran dari incident, Accident, dan Nearmiss

perusahaan dapat memperoleh pembelajaran berharga dari incident, Accident, dan nearmiss untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Dalam dunia keselamatan kerja, pemahaman akan perbedaan antara Incident, Accident, dan Nearmiss sangat penting. Incident mengacu pada kejadian yang tidak diinginkan yang tidak menyebabkan cedera atau kerusakan, sementara Accident adalah kejadian yang mengakibatkan cedera atau kerusakan. Nearmiss, di sisi lain, adalah kejadian yang nyaris menyebabkan cedera atau kerusakan.

Penting untuk mencatat kejadian dan nearmiss ini untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mencegah kecelakaan di masa mendatang. Dalam hal ini, STP (Sewage Treatment Plant) , yang merupakan fasilitas pengolahan limbah, memainkan peran penting dalam mencegah kecelakaan terkait pengelolaan limbah.

Pembelajaran ini melibatkan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi akar penyebab dan mengembangkan langkah-langkah korektif untuk mengurangi risiko.

Proses Investigasi

  • Mengumpulkan bukti:Dokumentasikan saksi mata, laporan, catatan, dan bukti fisik.
  • Menganalisis penyebab:Identifikasi kegagalan sistem, kesalahan manusia, atau kondisi berbahaya yang berkontribusi pada kejadian.
  • Mengembangkan rekomendasi:Usulkan perubahan prosedur, pelatihan, atau peralatan untuk mengatasi akar penyebab.

Penerapan Pembelajaran

  • Memperbarui prosedur:Meninjau dan memperbarui prosedur keselamatan untuk mengatasi potensi bahaya yang teridentifikasi.
  • Meningkatkan pelatihan:Menyediakan pelatihan yang lebih baik untuk karyawan tentang cara mengidentifikasi dan menghindari risiko.
  • Memperbaiki peralatan:Melakukan perbaikan atau mengganti peralatan yang rusak atau tidak aman.

Manfaat Pembelajaran

  • Meningkatkan kesadaran keselamatan
  • Mencegah kejadian serupa di masa mendatang
  • Membangun budaya keselamatan yang kuat

Tren dan Statistik Incident, Accident, dan Nearmiss di Tahun 2024

Tren terbaru menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam insiden, kecelakaan, dan nearmiss di berbagai industri. Statistik menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan akibat kejadian ini sangat besar, baik dalam hal kerugian finansial maupun dampak pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan.

Data ini sangat penting untuk meningkatkan keselamatan kerja. Dengan menganalisis tren dan statistik, perusahaan dapat mengidentifikasi area berisiko tinggi dan menerapkan tindakan pencegahan yang efektif. Ini dapat mencakup peningkatan pelatihan keselamatan, perbaikan prosedur kerja, dan investasi dalam teknologi keselamatan.

a. Biaya incident, Accident, dan Nearmiss

  • Kerugian finansial: Biaya langsung (misalnya, biaya medis, perbaikan properti) dan tidak langsung (misalnya, kehilangan produktivitas, kerusakan reputasi).
  • Dampak pada karyawan: Cedera, penyakit, ketidakhadiran, dan penurunan moral.
  • Dampak pada perusahaan: Gangguan operasional, penurunan produktivitas, dan peningkatan biaya asuransi.

b. Menggunakan Data untuk Mencegah Insiden, Accident, dan Nearmiss

  • Mengidentifikasi area berisiko tinggi: Meninjau data historis dan tren untuk menentukan lokasi, tugas, atau peralatan yang paling sering terlibat dalam insiden.
  • Menerapkan tindakan pencegahan yang efektif: Mengembangkan dan menerapkan prosedur keselamatan, pelatihan, dan teknologi untuk mengatasi risiko yang diidentifikasi.
  • Memantau dan mengevaluasi keefektifan: Melacak kemajuan dan membuat penyesuaian pada tindakan pencegahan berdasarkan hasil pemantauan.

Kesimpulan

Demikian informasi terkait keselamatan kerja yang bisa Tekniksipil ulas untuk anda semuanya. Memahami perbedaan antara incident, Accident, dan nearmiss sangat penting untuk memastikan keselamatan kerja.

Dengan melaporkan, menyelidiki, dan mengambil tindakan korektif terhadap kejadian-kejadian ini, perusahaan dapat belajar dari kesalahan masa lalu dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman, perusahaan dapat melindungi karyawannya dan memastikan kelancaran operasi.

FAQ

Apa itu incident?

incident adalah kejadian yang dapat menyebabkan kecelakaan atau nearmiss, tetapi tidak mengakibatkan cedera atau kerusakan.

Apa itu nearmiss?

Nearmiss adalah kejadian yang nyaris menyebabkan kecelakaan, tetapi tidak mengakibatkan cedera atau kerusakan.

Bagaimana cara melaporkan incident, Accident, dan nearmiss?

perusahaan harus memiliki sistem pelaporan yang jelas untuk incident, Accident, dan nearmiss. Sistem ini harus mudah diakses dan memungkinkan karyawan untuk melaporkan kejadian secara anonim jika diinginkan.

Azka BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *