Penjelasan Lengkap Arsitektur Vernakular dan Neo Vernakular

7 min read

⏩Pelajari lebih dalam tentang arsitektur vernakular dan neo vernakular, pengertian, ciri-ciri, unsur-unsur, contoh, dan plus minusnya⭐

Arsitektur vernakular dan neo vernakular merupakan dua konsep yang penting dalam dunia arsitektur yang menarik perhatian banyak orang karena kesederhanaannya namun kekayaannya dalam mencerminkan budaya dan kearifan lokal.

Melalui pembahasan berikut ini, Teknik Sipil akan mengajak anda untuk menjelajahi kedua konsep tersebut secara komprehensif, memahami perbedaan dan kesamaan di antara keduanya, serta melihat bagaimana mereka memengaruhi bentuk dan fungsi bangunan di berbagai belahan dunia.

Mengenal Arsitektur Vernakular dan Neo Vernakular

Arsitektur Vernakular adalah

Arsitektur vernakular adalah konsep arsitektur yang melibatkan pembangunan bangunan berdasarkan kebutuhan lokal dan kondisi geografis serta budaya suatu wilayah.

Istilah “vernakular” berasal dari bahasa Latin yang berarti “domestik” atau “rumah tangga,” menunjukkan bahwa arsitektur ini berkembang dari kebiasaan dan tradisi masyarakat setempat.

Dalam arsitektur vernakular, pembangunan bangunan tidak didasarkan pada tren atau gaya arsitektur global, tetapi lebih kepada praktik turun-temurun dan kearifan lokal.

Ini membuat setiap kawasan memiliki karakteristik arsitektur yang unik, mencerminkan budaya, iklim, dan sumber daya yang tersedia di sekitarnya.

Arsitektur vernakular tidak hanya mencakup rumah-rumah tradisional, tetapi juga bangunan-bangunan lain seperti kuil, pertanian, dan bangunan komunal lainnya.

Keberadaan arsitektur vernakular seringkali menjadi simbol identitas suatu masyarakat dan warisan budaya yang berharga.

Konsep utama dalam arsitektur vernakular adalah adaptasi dengan lingkungan sekitar. Hal ini tercermin dalam pemilihan bahan bangunan yang sering kali berasal dari sumber daya lokal, seperti batu, kayu, bambu, dan tanah liat.

Selain itu, desain bangunan juga mempertimbangkan iklim setempat, orientasi terhadap matahari, dan sistem ventilasi alami untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi penghuninya.

Arsitektur vernakular juga menekankan pada keterlibatan komunitas dalam proses pembangunan. Biasanya, pembangunan bangunan vernakular melibatkan partisipasi aktif dari penduduk setempat, baik dalam penyediaan material bangunan maupun dalam proses konstruksi.

Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial antarwarga, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

Arsitektur vernakular dapat ditemukan di seluruh dunia, namun beberapa negara yang terkenal dengan warisan arsitektur vernakular mereka antara lain:

  • Indonesia: Dengan ragam budaya dan kondisi geografis, Indonesia memiliki beragam gaya arsitektur vernakular, seperti rumah adat di berbagai daerah.
  • Jepang: Arsitektur tradisional Jepang, seperti rumah-rumah kayu dengan atap jerami, merupakan contoh arsitektur vernakular yang khas.
  • Skotlandia: Bangunan batu dengan atap jerami adalah ciri khas arsitektur vernakular di Skotlandia.

Arsitektur neo vernakular, di sisi lain, adalah interpretasi kontemporer dari gaya arsitektur vernakular. Ini menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan inovasi modern, menciptakan kesinambungan antara warisan budaya dan tuntutan zaman saat ini.

Arsitektur neo vernakular sering kali digunakan untuk membangun kembali atau merevitalisasi kawasan historis, sementara juga mengintegrasikan teknologi dan material baru.

Ciri Ciri Arsitektur Vernakular

Arsitektur Neo Vernakular

Arsitektur vernakular ditandai oleh sejumlah ciri khas yang membedakannya dari gaya arsitektur lainnya. Ciri-ciri ini mencerminkan adaptasi yang kuat terhadap kondisi lokal dan kebutuhan masyarakat setempat. Berikut adalah beberapa ciri utama arsitektur vernakular:

  • Ketergantungan pada Lingkungan

Arsitektur vernakular selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Ini termasuk faktor-faktor seperti iklim, geologi, topografi, dan vegetasi.

Bangunan vernakular dibangun dengan mempertimbangkan cara terbaik untuk berinteraksi dengan alam sekitar, baik untuk melindungi penghuninya dari cuaca ekstrem maupun untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia.

  • Penggunaan Bahan Lokal

Salah satu ciri paling mencolok dari arsitektur vernakular adalah penggunaan bahan bangunan lokal. Material-material seperti batu, kayu, bambu, dan tanah liat sering digunakan karena ketersediaan dan keandalannya di wilayah tersebut.

Penggunaan bahan lokal tidak hanya memperkuat keterkaitan bangunan dengan lingkungan fisiknya, tetapi juga mendukung perekonomian lokal dan mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan oleh transportasi material bangunan.

  • Kesederhanaan Desain

Desain bangunan vernakular cenderung sederhana dan fungsional, mengikuti kebutuhan dasar penghuninya. Penekanan diberikan pada kenyamanan dan kepraktisan, bukan pada estetika mewah atau dekorasi yang rumit.

Kesederhanaan ini juga mencerminkan keterbatasan sumber daya dan keterampilan konstruksi yang tersedia pada saat pembangunan.

  • Integrasi dengan Alam

Bangunan vernakular sering kali terintegrasi dengan alam secara harmonis. Hal ini tercermin dalam orientasi bangunan terhadap matahari, penggunaan pencahayaan alami, dan ventilasi udara yang baik.

Bangunan vernakular juga sering memiliki hubungan yang erat dengan lanskap sekitarnya, seperti dimasukkannya pohon atau vegetasi lainnya ke dalam desain bangunan.

  • Pola dan Motif Tradisional

Arsitektur vernakular sering kali mencerminkan pola dan motif tradisional yang unik bagi masyarakat setempat.

Hal ini dapat tercermin dalam detail-detail dekoratif pada fasad bangunan, penggunaan warna-warna alami atau cat tradisional, atau dalam bentuk-bentuk arsitektur yang khas untuk wilayah tersebut. Pola dan motif ini sering kali memiliki makna simbolis atau spiritual bagi masyarakat yang menghuni bangunan tersebut.

  • Fleksibilitas dan Adaptabilitas

Bangunan vernakular umumnya dirancang untuk menjadi fleksibel dan mudah disesuaikan dengan perubahan kebutuhan penghuninya.

Desain yang sederhana dan material bangunan yang mudah diperoleh memungkinkan adanya modifikasi dan perluasan bangunan sesuai dengan pertumbuhan keluarga atau perubahan aktivitas ekonomi.

Ciri-ciri arsitektur vernakular ini bersama-sama menciptakan lingkungan binaan yang unik, berkelanjutan, dan terhubung secara erat dengan identitas budaya masyarakat setempat.

Unsur Unsur Arsitektur Vernakular

Arsitektur Vernakular

Arsitektur vernakular memiliki sejumlah unsur yang mendefinisikan karakteristiknya yang unik. Unsur-unsur ini tidak hanya mencakup bahan bangunan yang digunakan, tetapi juga mencakup aspek-aspek desain dan fungsi bangunan. Berikut adalah beberapa unsur kunci dalam arsitektur vernakular:

  • Atap/ Genteng menggunakan material Jerami

Salah satu ciri khas yang sering diidentifikasi dalam arsitektur vernakular adalah penggunaan atap jerami atau genteng. Material ini dipilih karena ketersediaan dan daya tahan terhadap cuaca eksternal.

Atap jerami memberikan isolasi termal yang baik dan sering kali menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, menciptakan penampilan yang harmonis dengan alam.

  • Dinding Batu atau Tanah Liat

Bahan bangunan yang umum digunakan dalam arsitektur vernakular adalah batu, tanah liat, atau adobe. Dinding-dinding yang terbuat dari bahan ini memberikan isolasi termal yang baik dan tahan terhadap cuaca ekstrem.

Selain itu, penggunaan material lokal ini juga menciptakan keterkaitan yang kuat antara bangunan dengan lingkungannya.

  • Struktur Kayu atau Bambu

Kayu dan bambu sering digunakan sebagai material struktural dalam arsitektur vernakular. Kedua bahan ini mudah ditemukan di banyak wilayah dan memiliki kekuatan yang cukup untuk mendukung bangunan. Struktur kayu atau bambu juga memungkinkan fleksibilitas dalam desain dan konstruksi bangunan.

  • Ruang Terbuka

Bangunan vernakular sering kali dirancang dengan memperhatikan kebutuhan akan ruang terbuka.

Hal ini mencakup halaman dalam, halaman luar, atau bahkan taman-taman kecil yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti berkebun, bermain anak-anak, atau kegiatan sosial masyarakat. Ruang terbuka ini memperluas fungsi bangunan dan menciptakan hubungan yang lebih erat antara bangunan dengan alam sekitarnya.

  • Jendela dan Ventilasi Alami

Desain jendela dan ventilasi alami merupakan unsur penting dalam arsitektur vernakular. Jendela-jendela yang besar dan terbuka memungkinkan sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan alami yang cukup di dalam bangunan.

Ventilasi alami ini membantu menjaga suhu dalam bangunan tetap nyaman tanpa perlu menggunakan pendingin udara buatan.

  • Ornamen dan Dekorasi Lokal

Ornamen dan dekorasi dalam arsitektur vernakular sering kali mencerminkan motif-motif tradisional atau simbol-simbol budaya masyarakat setempat. Ini bisa berupa ukiran kayu, relief batu, atau lukisan dinding yang menggambarkan cerita-cerita lokal atau kepercayaan spiritual.

Ornamen-ornamen ini tidak hanya menghiasi bangunan, tetapi juga membawa makna simbolis bagi penghuninya.

Unsur-unsur arsitektur vernakular ini bekerja sama untuk menciptakan bangunan yang berfungsi dengan baik, harmonis dengan lingkungannya, dan meresap dengan identitas budaya masyarakat setempat.

Keunggulan dan Kelemahan Arsitektur Vernakular

Keunggulan Arsitektur Vernakular:

Arsitektur vernakular memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik dalam pembangunan lingkungan binaan. Beberapa keunggulan utama dari arsitektur vernakular meliputi:

  1. Kesesuaian dengan LingkunganSalah satu keunggulan utama arsitektur vernakular adalah kesesuaiannya dengan lingkungan sekitarnya. Dengan memperhatikan kondisi alam dan iklim setempat, arsitektur vernakular mampu menciptakan bangunan yang nyaman dan berkelanjutan. Penggunaan bahan bangunan lokal juga mengurangi jejak karbon dan meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem.
  2. Penggunaan Bahan LokalArsitektur vernakular menekankan penggunaan bahan bangunan lokal, seperti kayu, batu, dan tanah liat. Hal ini tidak hanya mendukung perekonomian lokal dengan mendorong industri lokal, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bangunan impor yang mahal dan sulit didapat. Penggunaan bahan lokal juga menciptakan bangunan yang lebih terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya.
  3. Pelestarian BudayaArsitektur vernakular sering kali merupakan warisan budaya yang berharga bagi suatu masyarakat. Dengan mempertahankan dan memperkuat tradisi lokal dalam desain dan konstruksi bangunan, arsitektur vernakular membantu dalam pelestarian identitas budaya suatu daerah. Bangunan vernakular sering menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat setempat dan menyediakan titik fokus untuk memelihara warisan budaya mereka.
  4. Fleksibilitas dalam DesainDesain bangunan vernakular sering kali lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuninya. Dengan desain yang sederhana dan material bangunan yang mudah diubah, bangunan vernakular dapat dimodifikasi atau diperluas sesuai dengan pertumbuhan keluarga atau perubahan kebutuhan pengguna.

Kelemahan Arsitektur Vernakular:

Namun demikian, meskipun memiliki sejumlah keunggulan, arsitektur vernakular juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan:

  1. Keterbatasan Teknologi dan InovasiArsitektur vernakular sering kali terbatas dalam penggunaan teknologi dan inovasi modern. Hal ini dapat menyebabkan keterbatasan dalam efisiensi energi, keamanan bangunan, dan kenyamanan penghuni. Pembatasan ini dapat menghambat kemajuan dan perkembangan lingkungan binaan dalam jangka panjang.
  2. Rentan terhadap KerusakanPenggunaan bahan bangunan alami seperti kayu dan bambu dalam arsitektur vernakular dapat membuat bangunan rentan terhadap kerusakan akibat serangan hama, kelembaban, atau cuaca ekstrem. Perawatan rutin dan perbaikan berkala diperlukan untuk menjaga kekuatan dan keindahan bangunan vernakular.
  3. Keterbatasan FungsionalDesain yang sederhana dalam arsitektur vernakular dapat menyebabkan keterbatasan fungsional dalam penggunaan ruang. Kurangnya inovasi dalam desain interior dan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan modern penghuni dapat menghasilkan ruang yang kurang efisien dan nyaman.

Meskipun memiliki beberapa kelemahan, keunggulan-keunggulan arsitektur vernakular tetap menjadikannya pilihan yang menarik dalam pembangunan lingkungan binaan.

Contoh Arsitektur Vernakular

Contoh Arsitektur Vernakular

Arsitektur vernakular dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, mencerminkan keanekaragaman budaya dan lingkungan alam setempat. Berikut adalah beberapa contoh arsitektur vernakular yang menonjol dari berbagai negara:

  • Rumah Panggung di Kalimantan

Rumah panggung tradisional suku Dayak di Kalimantan, Indonesia, adalah contoh arsitektur vernakular yang khas. Rumah panggung ini dibangun di atas tiang-tiang kayu tinggi untuk melindungi dari banjir dan serangga.

Material yang digunakan umumnya adalah kayu dari hutan sekitar, sementara atapnya terbuat dari daun rumbia atau genteng. Desainnya yang sederhana dan terbuka memungkinkan sirkulasi udara yang baik di dalam bangunan, sementara ukiran-ukiran kayu yang rumit menghiasi fasadnya dengan motif-motif tradisional.

  • Rumah Minangkabau di Sumatera Barat

Rumah tradisional Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia, juga merupakan contoh arsitektur vernakular yang unik. Rumah ini memiliki atap yang melengkung seperti tanduk kerbau, yang disebut “gonjong,” yang melambangkan kekuatan dan kemakmuran.

Material utama yang digunakan adalah kayu, baik untuk struktur bangunan maupun ornamen dekoratifnya. Ruang-ruang di dalam rumah direncanakan dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar yang tinggal bersama.

  • Machiya di Jepang

Machiya adalah rumah tradisional Jepang yang menjadi contoh arsitektur vernakular yang khas di negara tersebut. Rumah-rumah ini memiliki desain yang ramping dan sering kali terdiri dari dua atau tiga lantai.

Material utama yang digunakan adalah kayu, dengan atap yang dilapisi genteng keramik. Desain interior yang fleksibel memungkinkan ruang-ruang di dalamnya dapat disesuaikan dengan berbagai keperluan, dari tempat tinggal hingga tempat usaha.

  • Rumah Adat Toraja di Sulawesi Selatan

Rumah adat Toraja, yang dikenal dengan sebutan “tongkonan,” merupakan contoh arsitektur vernakular yang mencolok di Sulawesi Selatan, Indonesia. Rumah ini memiliki atap berbentuk melengkung yang tinggi, yang terbuat dari anyaman bambu dan daun rumbia.

Material utama untuk struktur bangunan adalah kayu, sementara dinding terbuat dari papan kayu yang dipahat dengan motif-motif tradisional. Tongkonan juga memiliki ruang tamu yang luas dan terbuka, yang digunakan untuk upacara adat dan pertemuan keluarga.

  • Rumah Haveli di India

Haveli adalah rumah tradisional India yang merupakan contoh arsitektur vernakular yang indah dan megah. Rumah ini memiliki fasad yang rumit dan dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah, sering kali mencerminkan status dan kekayaan pemiliknya.

Material bangunan yang umum digunakan termasuk batu, tanah liat, dan kayu. Ruang-ruang di dalam haveli didesain untuk memberikan kenyamanan dan kemewahan bagi penghuninya, dengan taman-taman dalam dan kolam-kolam air yang menambah pesona bangunan ini.

Contoh-contoh arsitektur vernakular ini tidak hanya mencerminkan keunikan budaya dan kearifan lokal setiap daerah, tetapi juga menjadi warisan berharga yang perlu dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Pelajari Juga Macam Macam Alat Berat Lainnya :
Desain Plafon Ruang Tamu Elegan Desain Plafon Gipsum Aesthetic
Tabel Berat Besi Beton Mengenal Apa itu Pondasi

Demikianlah ulasan lengkap mengenai apa itu arsitetektur Arsitektur vernakular dan neo vernakular. Kedua desain ini menawarkan pendekatan yang berbeda namun terkait erat dalam membangun lingkungan yang berkelanjutan dan memelihara warisan budaya. Dengan memahami karakteristik dan keunggulan masing-masing konsep ini, kita dapat mengembangkan solusi arsitektur yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal.

Azka BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *