Pembangkit Listrik Tenaga Surya: Kontribusi Terbaru untuk Pembangunan Ramah Lingkungan di IKN

1 min read

IKN, Tekniksipil.id – Pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan terus menjadi fokus utama dalam upaya menjadikan ibu kota Nusantara sebagai pusat kota masa depan yang berkelanjutan.

Salah satu proyek terkini yang menarik perhatian adalah penggunaan panel-panel tenaga surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik di kawasan ibu kota. PLTS ini tidak hanya menjadi simbol keberlanjutan, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat.

Dibandingkan dengan sumber energi konvensional, PLTS menawarkan banyak keunggulan, mulai dari ramah lingkungan hingga biaya operasional yang lebih rendah.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya di IKN

Dengan adanya PLTS 50 MW di kawasan ibu kota, Indonesia memasuki era baru dalam pemanfaatan energi terbarukan. PLTS ini tidak hanya akan menyuplai listrik untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung visi pembangunan ibu kota yang cerdas dan hijau.

Selain menjalankan fungsi utamanya sebagai penyedia energi listrik, pembangunan PLTS juga memperhatikan aspek lingkungan.

Misalnya, penggunaan pasir di bawah panel-panel tenaga surya untuk meredam panas yang dihasilkan, sehingga membantu mengurangi penguapan di sekitar Waduk saat musim kemarau.

Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memanfaatkan sumber daya secara efisien.

Pengembangan PLTS bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga mengenai perubahan perilaku dan kebiasaan. Selain mendukung penggunaan kendaraan listrik, perlu juga adanya kesadaran untuk menggunakan energi secara efisien dan mengurangi jejak karbon.

Dengan adanya inisiatif seperti PLTS ini, diharapkan masyarakat juga semakin terinspirasi untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekitar.

Sebagai negara yang terus bergerak menuju masa depan yang berkelanjutan, pembangunan infrastruktur seperti PLTS merupakan langkah yang sangat penting.

Dengan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian, ibu kota Nusantara akan semakin menjadi contoh bagi kota-kota lainnya dalam menerapkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Azka BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *