Perbedaan 3 Jenis Besi Hollow yang Paling Sering Digunakan

3 min read

Besi hollow, atau pipa kotak, telah menjadi salah satu material konstruksi yang paling umum digunakan dalam berbagai proyek, mulai dari konstruksi bangunan hingga infrastruktur.

Ketika memilih besi hollow, sangat penting untuk memahami perbedaan antara tiga jenis yang sering dipilih: Hollow Hitam (Hollow Besi), Hollow Galvanis, dan Hollow Galvalum (Baja Ringan).

Mari kita bahas lebih lanjut mengenai material, ukuran, kegunaan, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis.

1. Hollow Hitam (Hollow Besi)

gambar hollow hitam
Contoh gambar hollow hitam
  • Material:

Hollow hitam terbuat dari besi tuang atau baja karbon rendah. Sifat material ini memberikan kekuatan struktural yang handal, tetapi kelemahan utamanya adalah ketidakmampuannya melawan korosi dengan baik.

  • Ukuran:

Ketersediaan hollow hitam dalam berbagai ukuran memberikan fleksibilitas bagi para kontraktor dan arsitek untuk mengadaptasinya ke dalam berbagai proyek konstruksi. Mulai dari dimensi kecil hingga besar, hollow hitam dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.

Umumnya, ukuran hollow hitam atau hollow besi memiliki ukuran penampang 20 x 20 mm hingga 200 x 200 mm dengan ketebalan 2mm sampai dengan 6 mm dan panjang 6 meter.

  • Saran Penggunaan:

Hollow hitam umumnya digunakan dalam proyek-proyek konstruksi bangunan dan infrastruktur. Keunggulan utamanya terletak pada kekuatan struktural yang dapat diandalkan, menjadikannya pilihan populer di berbagai sektor konstruksi.

  • Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihan hollow hitam melibatkan kekuatan yang tinggi dan ketersediaan ukuran yang beragam. Namun, karena rentan terhadap korosi, perawatan tambahan atau pelapisan pelindung seringkali diperlukan untuk memperpanjang umur pakainya.

2. Hollow Galvanis

gambar hollow galvanis
Contoh gambar hollow galvanis
  • Material:

Hollow galvanis terbuat dari besi atau baja yang dilapisi dengan lapisan seng melalui proses galvanisasi. Proses ini memberikan perlindungan ekstra terhadap korosi, membuatnya lebih tahan lama dalam kondisi lingkungan yang keras.

  • Ukuran:

Sama seperti hollow hitam, hollow galvanis juga hadir dalam berbagai ukuran. Ini memberikan opsi yang luas untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan proyek.

Umumnya, ukuran hollow galvanis memiliki ukuran penampang 30 x 30 mm hingga 200 x 200 mm dengan ketebalan 0,8 mm sampai dengan 6 mm dan panjang 6 meter.

  • Saran Penggunaan:

Hollow galvanis sering dipilih untuk proyek-proyek yang terkena dampak lingkungan yang rentan terhadap korosi, seperti konstruksi di daerah dengan iklim lembap atau proyek maritim. Ketahanan terhadap korosi membuatnya ideal untuk aplikasi di lingkungan yang membutuhkan perlindungan ekstra.

  • Kelebihan dan Kekurangan:

Keunggulan utamanya adalah daya tahan terhadap korosi yang lebih baik daripada hollow hitam. Namun, harga yang sedikit lebih tinggi mungkin menjadi pertimbangan.

3. Hollow Galvalum (Baja Ringan)

gambar hollow galvalum
Contoh gambar hollow galvalum
  • Material:

Hollow galvalum terbuat dari campuran baja ringan dan aluminium. Material ini memberikan kombinasi kekuatan dan ketahanan terhadap korosi.

  • Ukuran:

Seperti jenis hollow lainnya, hollow galvalum tersedia dalam berbagai ukuran. Ini memberikan keleluasaan dalam memilih dimensi yang sesuai dengan spesifikasi proyek.

Umumnya, ukuran hollow galvalum atau hollow baja ringan memiliki ukuran penampang 20 x 20 mm hingga 100 x 100 mm dengan ketebalan 0,2 mm sampai dengan 6 mm dan panjang 4 meter.

  • Saran Penggunaan:

Hollow galvalum ideal untuk proyek-proyek yang membutuhkan kekuatan struktural tinggi dan ketahanan terhadap korosi. Cocok digunakan di daerah dengan kondisi cuaca ekstrem atau dalam proyek arsitektur yang menitikberatkan pada keindahan dan ketahanan.

  • Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihannya melibatkan kombinasi kekuatan baja ringan dan ketahanan aluminium terhadap korosi. Walaupun mungkin memiliki biaya yang lebih tinggi, namun prestasinya yang tinggi membuatnya menjadi pilihan unggul di banyak proyek konstruksi.

Video Penunjang:

Sumber : Youtube.com Via Channel Tukang Jadi Jadian

Tips Memilih Jenis Besi Hollow yang Tepat

Setelah membahas karakteristik masing-masing jenis besi hollow, pemilihan yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam setiap proyek konstruksi. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang perlu Anda pikirkan sebelum memilih jenis besi hollow untuk proyek Anda:

  • Lingkungan Proyek

Untuk proyek di daerah dengan tingkat kelembapan tinggi atau paparan cuaca ekstrem, hollow galvanis atau hollow galvalum mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak karena daya tahan korosinya yang lebih baik.

Jika proyek Anda berada di lingkungan dalam ruangan atau memiliki perlindungan yang baik dari elemen eksternal, hollow hitam yang kuat dan ekonomis bisa menjadi opsi yang baik.

  • Kebutuhan Kekuatan

Jika proyek membutuhkan kekuatan struktural tinggi, terutama pada elemen-elemen beban berat, baik hollow hitam maupun hollow galvalum bisa menjadi solusi yang baik.
Hollow galvanis dengan lapisan seng tambahan memberikan kekuatan ekstra serta ketahanan terhadap korosi, membuatnya cocok untuk konstruksi yang memerlukan daya tahan lebih.

  • Anggaran Proyek

Hollow hitam cenderung menjadi pilihan ekonomis, sedangkan hollow galvanis dan hollow galvalum mungkin memiliki biaya lebih tinggi. Namun, perlu diperhatikan bahwa investasi dalam ketahanan terhadap korosi dapat membantu mencegah biaya perawatan dan penggantian di masa depan.

  • Ketahanan terhadap Korosi

Jika proyek Anda berada di daerah dengan tingkat korosi yang tinggi, hollow galvanis atau hollow galvalum yang memiliki perlindungan tambahan terhadap korosi dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

  • Desain dan Estetika

Hollow galvalum sering digunakan dalam proyek arsitektur yang menekankan keindahan karena kombinasi baja ringan dan aluminium memberikan tampilan yang bersih dan modern.
Pilihlah jenis besi hollow yang sesuai dengan estetika proyek Anda tanpa mengorbankan kekuatan dan fungsionalitas.

  • Sumber Daya Lokal

Pertimbangkan ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya lokal. Beberapa jenis besi hollow mungkin lebih mudah ditemukan di daerah tertentu, sehingga memilih yang tersedia dapat mengoptimalkan efisiensi proyek.

Itulah 3 contoh perbedaan jenis besi hollow yang paling sering digunakan dalam proyek konstruksi khususnya di Indonesia. Semoga apa yang Tekniksipil.id ulas diatas dapat memberikan wawasan baru untuk teman teman semuanya.

Azka BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *