ISO 45001 dan OHSAS 18001: Membandingkan Standar Manajemen K3

5 min read

Standar Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001 memberikan panduan komprehensif untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Standar ini menetapkan persyaratan dan pedoman untuk organisasi dalam mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengurangi risiko K3, serta meningkatkan kinerja K3 secara keseluruhan.

Meskipun memiliki tujuan yang sama, terdapat perbedaan penting antara ISO 45001 dan OHSAS 18001. Artikel ini akan mengeksplorasi perbedaan utama antara kedua standar ini, menyoroti persyaratan inti, struktur, proses penerapan, manfaat, dan tren masa depan dalam manajemen K3.

Pendahuluan

Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001

ISO 45001 dan OHSAS 18001 adalah standar sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang diakui secara internasional. Meskipun memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kinerja K3, terdapat perbedaan penting di antara keduanya.

ISO 45001 menggantikan OHSAS 18001 sebagai standar internasional untuk manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Perbedaan utama meliputi fokus yang lebih kuat pada manajemen risiko dan integrasi dengan sistem manajemen lainnya. Sementara itu, ISO 14001, yang berfokus pada manajemen lingkungan, menyediakan kerangka kerja untuk organisasi untuk mengelola dampak lingkungan mereka.

Seperti ISO 45001, ISO 14001 menekankan pada perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan pemangku kepentingan. Memahami tujuan, jenis, sektor, dan manfaat ISO 14001 ( ISO 14001: Tujuan, Jenis, Sektor, Dan Manfaat ) sangat penting untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam sistem manajemen organisasi, sehingga melengkapi upaya untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja melalui ISO 45001.

ISO 45001 merupakan standar yang lebih baru, diterbitkan pada tahun 2018, sementara OHSAS 18001 diterbitkan pada tahun 1999 dan ditarik pada tahun 2021.

Tujuan dan Cakupan

Baik ISO 45001 maupun OHSAS 18001 bertujuan untuk membantu organisasi mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengurangi risiko K3.

Perbedaan antara ISO 45001 dan OHSAS 18001 terletak pada cakupan dan persyaratan yang lebih komprehensif pada ISO 45001. Standar ISO 45001:2018 berfokus pada peningkatan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara keseluruhan, seperti yang diuraikan dalam ISO 45001: Tujuan, Jenis, Sektor, Dan Manfaat . Dengan demikian, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat, meminimalkan risiko kecelakaan dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Namun, ISO 45001 memiliki cakupan yang lebih luas, yang mencakup:

  • Semua pekerja dan pihak terkait
  • Semua bahaya dan risiko K3
  • Seluruh proses dan aktivitas organisasi

Sementara itu, OHSAS 18001 berfokus pada:

  • Pekerja dan pengunjung di tempat kerja
  • Bahaya dan risiko yang terkait dengan aktivitas kerja
  • Proses dan aktivitas yang dikendalikan oleh organisasi

Persyaratan Inti: Perbedaan ISO 45001 Dan OHSAS 18001

ISO 45001 dan OHSAS 18001 menetapkan persyaratan inti untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Persyaratan inti ini mencakup:

Persyaratan ini membentuk dasar untuk pengembangan dan implementasi sistem SMK3 yang efektif yang bertujuan untuk mencegah cedera dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, serta meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja.

Perbandingan Pendekatan

Meskipun keduanya memiliki persyaratan inti yang sama, ISO 45001 dan OHSAS 18001 mengambil pendekatan yang sedikit berbeda terhadap manajemen K3:

  • ISO 45001:Berfokus pada pendekatan berbasis risiko dan peluang, menekankan identifikasi dan pengelolaan risiko K3 secara proaktif.
  • OHSAS 18001:Mengadopsi pendekatan kepatuhan yang lebih tradisional, dengan fokus pada pemenuhan persyaratan hukum dan peraturan K3.

Perbedaan pendekatan ini mencerminkan pergeseran dari manajemen K3 reaktif menuju pendekatan proaktif yang lebih komprehensif.

Perspektif Siklus Hidup

ISO 45001 mengadopsi perspektif siklus hidup, mengakui bahwa risiko K3 dapat muncul pada setiap tahap operasi organisasi. Hal ini mengharuskan organisasi untuk mempertimbangkan risiko K3 sepanjang siklus hidup produk, layanan, atau proses mereka.

ISO 45001 merupakan standar sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang menggantikan OHSAS 18001. Implementasi ISO 45001 membantu organisasi dalam mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam dunia industri, penerapan SMK3 sangat penting, terutama bagi profesi yang berisiko tinggi seperti Rigger (Juru Ikat).

Rigger memiliki tugas mengikat dan mengencangkan tali atau rantai pada berbagai struktur, peralatan, atau beban. Profesi ini menuntut keterampilan khusus, pengetahuan tentang peralatan, dan pemahaman tentang aturan keselamatan. Oleh karena itu, penerapan ISO 45001 menjadi krusial dalam mengidentifikasi dan mengendalikan risiko K3 yang terkait dengan profesi Rigger, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Sebaliknya, OHSAS 18001 berfokus pada risiko yang terkait dengan operasi organisasi saat ini, tanpa mempertimbangkan aspek siklus hidup yang lebih luas.

Struktur dan Isi

Struktur dan isi ISO 45001 dan OHSAS 18001 memiliki beberapa perbedaan mendasar. ISO 45001 mengadopsi pendekatan berbasis proses yang menekankan pada konteks organisasi, kepemimpinan dan komitmen, perencanaan, dukungan, operasi, evaluasi kinerja, dan peningkatan.

Di sisi lain, OHSAS 18001 mengikuti pendekatan berbasis persyaratan yang berfokus pada pengendalian bahaya, identifikasi risiko, dan mitigasi.

ISO 45001, sebagai standar baru untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3), telah menggantikan OHSAS 18001. Kedua standar ini memiliki perbedaan mendasar, termasuk pendekatan berbasis risiko dan fokus pada keterlibatan pekerja. Namun, prinsip dasarnya tetap sama, yaitu untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Untuk organisasi yang ingin mengelola dampak lingkungan mereka secara komprehensif, ISO 14000 menyediakan serangkaian standar yang komprehensif. Standar ini mencakup tujuan, jenis, sektor, dan manfaat implementasinya, sehingga membantu organisasi meminimalkan dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan. Kembali ke ISO 45001 dan OHSAS 18001, transisi dari satu standar ke standar lainnya menekankan pentingnya manajemen risiko dan kesejahteraan pekerja, memastikan organisasi mencapai kinerja K3 yang optimal.

Persyaratan Klausa

  • ISO 45001:Memiliki 10 klausa, dengan fokus pada konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dukungan, operasi, evaluasi kinerja, dan peningkatan.
  • OHSAS 18001:Memiliki 17 klausa, dengan fokus pada kebijakan, perencanaan, implementasi, pengukuran, peninjauan, dan peningkatan.

Konten Klausa

ISO 45001 memberikan panduan yang lebih komprehensif tentang cara mengelola K3, termasuk persyaratan untuk:

  • Menentukan konteks organisasi
  • Memastikan kepemimpinan dan komitmen
  • Merencanakan dan mengimplementasikan tindakan pengendalian risiko
  • Mendukung pekerja dan sumber daya lainnya
  • Mengevaluasi kinerja dan melakukan peningkatan

OHSAS 18001, di sisi lain, lebih berfokus pada aspek teknis K3, seperti:

  • Identifikasi dan penilaian bahaya
  • Pengendalian risiko
  • Tanggap darurat
  • Pelatihan dan kesadaran
  • Audit dan peninjauan

Penerapan dan Sertifikasi

Penerapan dan sertifikasi ISO 45001 dan OHSAS 18001 melibatkan proses yang serupa namun berbeda.

Persyaratan Penerapan

Kedua standar mensyaratkan organisasi untuk mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang komprehensif. SMK3 ini harus mencakup kebijakan, tujuan, prosedur, dan catatan yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan standar industri.

Proses Sertifikasi

Proses sertifikasi untuk ISO 45001 dan OHSAS 18001 melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Pengajuan aplikasi ke lembaga sertifikasi.
  • Peninjauan dokumentasi SMK3 organisasi.
  • Audit di tempat untuk memverifikasi penerapan SMK3.
  • Pemberian sertifikasi jika organisasi memenuhi persyaratan standar.

Persyaratan Sertifikasi

Persyaratan sertifikasi untuk ISO 45001 dan OHSAS 18001 memiliki kesamaan, namun ada beberapa perbedaan:

ISO 45001 OHSAS 18001
Membutuhkan keterlibatan pekerja dan perwakilan mereka. Tidak memiliki persyaratan eksplisit untuk keterlibatan pekerja.
Menekankan pendekatan berbasis risiko. Menekankan pendekatan proaktif terhadap manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Memiliki struktur Lampiran SL yang lebih terpadu. Menggunakan struktur Annexure OHSAS 18001 yang lebih tradisional.

Manfaat dan Keuntungan

Menerapkan ISO 45001 atau OHSAS 18001 menawarkan banyak manfaat dan keuntungan bagi organisasi.

ISO 45001 merupakan standar internasional terbaru untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3), yang menggantikan OHSAS 18001. ISO 45001 memiliki persyaratan yang lebih komprehensif, termasuk fokus pada keterlibatan pekerja, konteks organisasi, dan peningkatan berkelanjutan. Untuk memahami perbedaan ini lebih lanjut, penting untuk mengetahui penjelasan apa itu sertifikasi ISO, fungsi, dan tujuan . ISO merupakan organisasi internasional yang mengembangkan standar untuk berbagai aspek manajemen, termasuk K3.

Sertifikasi ISO 45001 memberikan pengakuan bahwa suatu organisasi telah menerapkan sistem manajemen K3 yang efektif, sesuai dengan standar internasional.

Kedua standar tersebut membantu organisasi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat, yang mengarah pada peningkatan produktivitas, moral karyawan, dan reputasi organisasi.

Manfaat ISO 45001

  • Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan K3.
  • Mengurangi risiko kecelakaan dan cedera di tempat kerja.
  • Meningkatkan efisiensi proses K3.
  • Memperbaiki citra dan reputasi organisasi.
  • Meningkatkan daya saing dan menarik talenta.

Manfaat OHSAS 18001

  • Membantu organisasi mengidentifikasi dan mengelola risiko K3.
  • Memberikan kerangka kerja untuk mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen K3 yang efektif.
  • Memfasilitasi peningkatan berkelanjutan dalam kinerja K3.
  • Meningkatkan kesadaran dan keterlibatan karyawan dalam K3.
  • Membantu organisasi mematuhi peraturan K3.

Perbandingan Manfaat, Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001

Baik ISO 45001 maupun OHSAS 18001 menawarkan manfaat yang signifikan bagi organisasi. Namun, ISO 45001 lebih komprehensif dan berfokus pada pendekatan berbasis risiko, yang dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

ISO 45001 juga lebih selaras dengan standar manajemen sistem lainnya, seperti ISO 9001 dan ISO 14001, yang dapat menyederhanakan penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen yang terintegrasi.

Masa Depan Standar K3

Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001

Standar K3 terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja yang berubah dan meningkatkan perlindungan pekerja. ISO 45001 dan OHSAS 18001 memainkan peran penting dalam membentuk masa depan standar K3.

Tren dan Perkembangan dalam Manajemen K3

Tren dan perkembangan terkini dalam manajemen K3 meliputi:

  • Fokus yang lebih besar pada kesejahteraan pekerja
  • Peningkatan penggunaan teknologi untuk mengelola risiko
  • Pergeseran menuju pendekatan berbasis data
  • Pentingnya keterlibatan karyawan

Peran ISO 45001 dan OHSAS 18001

ISO 45001 dan OHSAS 18001 membantu organisasi menerapkan sistem manajemen K3 yang efektif dengan menyediakan:

  • Kerangka kerja untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko K3
  • Persyaratan untuk keterlibatan karyawan
  • Panduan untuk peningkatan berkelanjutan

Dampak ISO 45001 dan OHSAS 18001 pada Masa Depan Standar K3

ISO 45001 dan OHSAS 18001 telah memberikan dampak yang signifikan pada masa depan standar K3 dengan:

  • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3
  • Memfasilitasi pertukaran praktik terbaik secara global
  • Mendorong inovasi dalam manajemen K3

Kesimpulan

ISO 45001 dan OHSAS 18001 akan terus menjadi standar penting dalam manajemen K3 di masa depan. Standar-standar ini akan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja yang berubah dan memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja di seluruh dunia.

Terakhir

Baik ISO 45001 maupun OHSAS 18001 memberikan kerangka kerja yang berharga untuk meningkatkan manajemen K3. Organisasi harus mempertimbangkan tujuan dan kebutuhan spesifik mereka saat memilih standar mana yang akan diimplementasikan. Dengan memahami perbedaan antara kedua standar ini, organisasi dapat membuat keputusan yang tepat untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan mereka.

Detail FAQ

Apa perbedaan utama antara ISO 45001 dan OHSAS 18001?

ISO 45001 memiliki cakupan yang lebih luas dan fokus yang lebih kuat pada keterlibatan karyawan dan kepemimpinan puncak dibandingkan dengan OHSAS 18001.

Apa persyaratan inti ISO 45001?

Persyaratan inti ISO 45001 meliputi konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dukungan, operasi, evaluasi kinerja, dan perbaikan berkelanjutan.

Bagaimana proses sertifikasi untuk ISO 45001?

Proses sertifikasi ISO 45001 melibatkan audit oleh lembaga sertifikasi terakreditasi untuk memverifikasi kesesuaian dengan persyaratan standar.

Azka BIM coordinator project PT Hutama Karya Infrastruktur, Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2017 dan peraih peringkat kedua dalam PII BIM Awards 2022 yang ingin berbagi pengalaman dan wawasan keilmuan melalui platform website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *